Pemecatan Kadus Lon Sabe di Sampang Picu Gelombang Protes, Warga Tlagah Ultimatum Camat Banyuates

Avatar

- Pewarta

Sabtu, 20 September 2025 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Ayyub, Pj Kades Tlagah Saat Menerima Surat Keberatan dari Warga Lon Sabe (Sumber Foto: dok/Pilar Pos)

Caption: Ayyub, Pj Kades Tlagah Saat Menerima Surat Keberatan dari Warga Lon Sabe (Sumber Foto: dok/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Gelombang protes meletus di Dusun Lon Sabe, Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, menyusul keputusan sepihak Pj Kepala Desa Tlagah yang memberhentikan Kepala Dusun (Kadus) Lon Sabe, Abd. Syakur. Sabtu, (20/09/2025).

Surat keberatan yang ditujukan kepada Camat Banyuates dan Pj Kades Tlagah itu ditandatangani unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga warga setempat. Dalam surat yang menyoal SK No. 188/161/KEP/434.509.06/2025 itu, pemecatan Abd. Syakur dinilai tidak adil dan sarat kejanggalan.

BACA JUGA :  Pincang, Progres Revitalisasi SDN 6 Plakpak Pamekasan Rp. 515.565.768 Tahun 2025 Masih Buram

Anggota BPD, Abd. Rosyid, menegaskan masyarakat menolak keputusan tersebut karena selama menjabat Kadus, Abd. Syakur dikenal bersih, amanah, dan dekat dengan rakyat.

“Beliau tidak pernah merugikan masyarakat, justru selalu siap ketika warga membutuhkan. Pemecatan ini jelas tidak masuk akal dan sangat merugikan warga Lon Sabe,” ujarnya.

Nada serupa juga disampaikan tokoh masyarakat H. Sarimin.
“Syakur itu sosok yang amanah, bisa menjaga keamanan, dan membuat masyarakat nyaman. Tiba-tiba dipecat begitu saja tanpa alasan jelas. Ini keputusan yang sewenang-wenang,” kecamnya.

Dalam surat keberatan tersebut, warga mendesak Camat Banyuates segera membatalkan rekomendasi pemberhentian dan mengembalikan Abd. Syakur ke jabatannya sebagai Kadus Lon Sabe. Mereka menilai langkah Pj Kades Tlagah hanya akan memicu keresahan sosial dan merusak kondusivitas desa.

BACA JUGA :  Rokok Ilegal Merek PCX Marak di Pamekasan, Toko Kelontong: "Untung Besar, Tapi Takut Razia"

“Kami tidak ingin desa ini gaduh hanya karena ulah sepihak. Camat harus turun tangan, jangan biarkan keputusan dzalim ini berlarut,” tandas H. Sarimin.

Warga Lon Sabe menilai kebijakan Pj Kades Tlagah telah mencoreng nilai demokrasi dan mengabaikan aspirasi rakyat. Jika tuntutan tidak dipenuhi, mereka mengancam akan mengambil langkah lebih tegas untuk memperjuangkan haknya.

BACA JUGA :  Dikerjakan Cv Ridho Karya, Proyek Pembangunan Labkesda Rp8 Miliar di Sampang Tak Lengkapi K3

“Kalau suara rakyat diabaikan, maka jangan salahkan kami jika melakukan aksi yang lebih besar,” ujar Rosyid.

Kini bola panas berada di tangan Camat Banyuates. Masyarakat menunggu apakah rekomendasi pemecatan yang dianggap cacat itu akan dicabut atau dibiarkan menjadi bara konflik di Desa Tlagah.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Pemeliharaan Saluran Skunder Buleung di Pangelen Sampang Rp320 Juta Diduga Asal Jadi
Rumah Reyot Ambruk Tengah Malam, Dua Perempuan di Sampang Terpaksa Bertahan Tanpa Uluran Tangan Pemerintah
Proyek Saluran Irigasi Pasar Waru disorot Warga, Diduga Tidak Mematuhi SOP dan Membahayakan Warga
Urus Surat Akta Tanah Kena 10 Persen, Pemdes Tamberu Barat Sampang Dibidik Dugaan Pungli
Pupuk Subsidi Diduga Bermasalah, Petani Mambuluh Barat Sampang Bertahun-tahun Mengaku Tak Pernah Terima Jatah
Demo Penundaan Pilkades di Sampang Ricuh, Aktivis: Polisi Lebih Bela Penguasa daripada Rakyat
Ribuan Massa Geruduk DPRD Sampang, Aksi Tolak Penundaan Pilkades Berujung Ricuh
Proyek Jembatan Daleman–Pasarenan Rp2,1 Miliar Disorot, AMS Laporkan Dugaan Korupsi ke Kejari Sampang

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:29 WIB

Proyek Pemeliharaan Saluran Skunder Buleung di Pangelen Sampang Rp320 Juta Diduga Asal Jadi

Sabtu, 22 November 2025 - 21:28 WIB

Rumah Reyot Ambruk Tengah Malam, Dua Perempuan di Sampang Terpaksa Bertahan Tanpa Uluran Tangan Pemerintah

Sabtu, 22 November 2025 - 14:14 WIB

Proyek Saluran Irigasi Pasar Waru disorot Warga, Diduga Tidak Mematuhi SOP dan Membahayakan Warga

Jumat, 21 November 2025 - 11:00 WIB

Urus Surat Akta Tanah Kena 10 Persen, Pemdes Tamberu Barat Sampang Dibidik Dugaan Pungli

Minggu, 16 November 2025 - 08:29 WIB

Pupuk Subsidi Diduga Bermasalah, Petani Mambuluh Barat Sampang Bertahun-tahun Mengaku Tak Pernah Terima Jatah

Berita Terbaru