SAMPANG, Pilar Pos | Proyek jaringan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun 2025 di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang menuai sorotan. Proyek infrastruktur senilai Rp195 juta itu diduga tumpang tindih, Selasa (23/09/2025).
Selain dugaan tumpang tindih, saat ini proyek tersebut sudah menunjukkan kerusakan. Menurut pantauan di lapangan, proyek saluran irigasi tersebut terlihat retak di sejumlah titik dan terlihat juga dibagian dasar saluran tidak dilakukan acian. Selain itu, proyek yang dikerjakan oleh kelompok P3A Akar Daun ini diduga tumpang tindih.

Indikasinya, bangunan plengsengan lama tidak dibongkar terlebih dulu. Namun, hanya diplester dan dirubah menjadi saluran P3-TGAI.
Dugaan tumpang tindih pekerjaan proyek P3-TGAI ini diperkuat dengan keterangan dari warga sekitar. Menurut warga tersebut proyek saluran irigasi itu baru selesai dikerjakan sekitar sepekan yang lalu.
Narasumber tersebut mengatakan sebelum dibangun proyek. Di lokasi di salah-satu titik sudah ada bangunan plengsengan lama, tapi plengsengan itu kemudian dipoles menjadi proyek saluran.
“Ini dulu ada bangunan plengsengan lama tidak dibongkar tapi hanya dipoles sehingga seperti bangunan baru,“ katanya.
Menanggapi hal itu, Asisten Tenaga Ahli (Asta) yang ditugaskan di wilayah Sampang oleh BBWS Brantas Jatim, Imam Hambali, mengatakan proyek P3-TGAI yang digarap oleh P3A Akar Daun belum sepenuhnya selesai dikerjakan.
Menurutnya, proyek tersebut belum pencairan 100 persen dan masih tahap pengajuan pencairan termin kedua. Terkait kerusakan, dirinya akan meminta kepada pelaksana untuk segera diperbaiki.
“Pekerjaan masih belum selesai, dikatakan selesai apabila sudah serah terima pekerjaan, nanti tak suruh perbaiki,” ujar Imam Hambali kepada Pilarpos.com.
Lebih lanjut, Imam Hambali mengaku kelokasi sendiri pada saat progres pekerjaan masih di bawah 50 persen. Ia juga tidak menampik bahwa dilokasi memang ada bangunan lama.
“Banyak faktor akibat kerusakan. Bisa faktor terkena panas terik langsung lalu dan perubahan cuaca ekstrem, dan memang betul ada pasangan lama, tetapi itu tidak termasuk dalam hitungan panjang,” katanya.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











