Surabaya, Pilar Pos — Momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 DPP Madas Nusantara di Jakarta menjadi babak baru bagi arah pergerakan organisasi. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Madas Nusantara Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal dan merealisasikan empat pilar strategis yang baru saja diluncurkan demi memperkuat kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Ketua DPW Madas Nusantara Jawa Timur, Bang Alun, S.H., menegaskan bahwa mandat dari pusat ini akan langsung diterjemahkan menjadi aksi konkret di lapangan.
“Bagi kami di Jawa Timur, ini bukan sekadar kebijakan di atas kertas, melainkan sebuah komitmen pengabdian yang siap kami wujudkan dalam langkah nyata,” ujar Bang Alun.
Senada dengan hal tersebut, Kordinator Wilayah (Korwil) Jawa Timur Ormas Masas Nusantara, H. Romlan, S.H., menambahkan bahwa keempat pilar ini merupakan instrumen penting untuk memastikan organisasi benar-benar hadir sebagai pelayan masyarakat. Pihaknya berjanji akan mengawal ketat efektivitas program di tingkat wilayah agar dampaknya langsung dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
Berikut adalah esensi dari empat pilar strategis yang siap dijalankan oleh jajaran Madas Nusantara Jawa Timur:
• Perlindungan Pekerja Informal: Memfasilitasi pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja bukan penerima upah agar mendapatkan jaminan sosial yang layak.
• Harmonisasi Budaya: Menjunjung tinggi prinsip adat “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” untuk mempererat persaudaraan antarsuku dan warga.
• Keadilan Sosial: Menyediakan layanan bantuan hukum dan advokasi gratis bagi masyarakat kurang mampu.
• Keadilan Ekonomi Daerah: Memperjuangkan pemerataan hasil Sumber Daya Alam (SDA), khususnya bagi wilayah Madura yang menyumbang sekitar 70% produksi migas di Jawa Timur.
Terkait isu SDA pada pilar keempat, Bang Alun memberikan perhatian khusus. Ia menyatakan sangat mengapresiasi kepekaan DPP terhadap kontribusi besar Madura.
DPW Jatim berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi keadilan ekonomi ini melalui jalur yang konstruktif dan persuasif demi kesejahteraan masyarakat daerah asal tanpa merusak semangat persatuan.
Ke depan, seluruh pilar ini—mulai dari perluasan jaminan sosial, advokasi hukum gratis, penanaman nilai budaya, hingga perjuangan ekonomi daerah—akan digerakkan secara simultan.
“Di usia yang kedua ini, saatnya kita membuktikan bahwa kehadiran Madas Nusantara tidak hanya untuk bersatu secara struktural, tetapi juga untuk membawa kesejahteraan dan pelayanan nyata di mana pun kita berada,” punggah Bang Alun. (Mashur/Red)











