PAMEKASAN, Pilar Pos – Aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di SPBU Sotabar, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, kini tengah menjadi sorotan tajam para pengendara. Antrean kendaraan yang mengular panjang hingga memakan bahu jalan dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Berdasarkan keluhan para pengendara dan warga sekitar, kemacetan serta panjangnya antrean ini dipicu oleh maraknya pengisian Solar menggunakan jeriken dalam jumlah banyak di area pompa pengisian.
Dominasi pengisian jeriken tersebut berdampak langsung pada tersumbatnya pelayanan untuk kendaraan roda empat atau lebih, sehingga para sopir harus tertahan dalam waktu yang lama. Kondisi ekor antrean yang meluber ke jalan raya bahkan dilaporkan telah memicu beberapa insiden kecelakaan lalu lintas.
“Antrean SPBU terlalu panjang karena jeriken banyak. Kalau seharian tidak ada jeriken, untuk stok mobil aman,” ungkap salah seorang warga setempat yang kerap menyaksikan kemacetan di area tersebut. Selasa, 05/10/2026.
Masyarakat dan para sopir mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan penertiban di lokasi. Tindakan tegas dari pihak kepolisian sangat diharapkan agar para pengepul Solar subsidi dapat ditindak, sehingga distribusi BBM bisa kembali memprioritaskan pengendara umum yang membutuhkan.

Di sisi lain, muncul informasi dari lingkaran internal yang menyebutkan adanya dugaan keterlibatan oknum karyawan SPBU bersuara miring dalam melancarkan aksi pengisian jeriken massal tersebut. Oknum karyawan yang diduga sering “bermain” dan meloloskan pembelian jeriken tersebut diketahui berinisial S yang diduga melakukan isian Jriken saat Mobil Pertamina datang dengan jumlah besar.
Kendatipun viral di medsos yang memposting isiaan Jriken saat maraknya antrean mobil panjang, terlihat dengan gamblang saat mobil yang hendak isi BBM malah lebih didominasi pengisian Jriken.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat beserta aktivis Pantura Didik Mulyadi mendesak pihak manajemen Pertamina dan kepolisian resort setempat untuk segera mengecek langsung kondisi di SPBU Sotabar guna menghindari adanya korban kecelakaan lebih lanjut akibat antrean yang tidak tertib. Serta memprioritaskan Jriken mengisi BBM.
“Kami banyak menghimpun aduan dan laporan dari masyarakat terkait oknum yang bermain dan lokasi pengepul BBM Jenis solar, dan kami dalami di lokasi memang benar adanya demikian, tinggal bagaimana nanti kami bersama jajaran aktivits lain laporkan, biar ada penindakan,” Pungkasnya.











