Pekerjaan TPT di Proyek Jembatan Penghubung Desa Daleman-Pasarenan Sampang Senilai Rp2 Miliar Diduga Asal Asalan

Avatar

- Pewarta

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kondisi Pekerjaan Pembangunan TPT Pada Proyek Jembatan Penghubung Desa Daleman-Pasarenan Senilai Rp2 Miliar (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Kondisi Pekerjaan Pembangunan TPT Pada Proyek Jembatan Penghubung Desa Daleman-Pasarenan Senilai Rp2 Miliar (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Proyek rekonstruksi jembatan penghubung dua desa, yakni Daleman – Pasarenan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mulai digarap. Sabtu, (02/08/2025).

Pantauan di lapangan pada Sabtu 2 Agustus 2025, rekanan telah melakukan pembongkaran bangunan jembatan lama. Saat ini, pengerjaan proyek masih fokus pada pekerjaan pengeboran lubang strous pada pondasi tiang jembatan dan tembok penahan tanah (TPT).

Berdasarkan data yang dihimpun Pilarpos.com, proyek rekonstruksi jembatan Desa Daleman – Pasarenan dikerjakan oleh CV Al-Qudz dengan pagu anggaran Rp2.186.600.000. Proyek ini menggunakan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Namun, pada pekerjaan tembok penahan tanah (TPT) untuk jalan di proyek jembatan tersebut diduga asal asalan.

Bagaimana tidak, menurut hasil monitoring Pilar Pos pada 02 Agustus 2025, ditemukan ada kejanggalan. Sebab, pada pekerjaan pasangan batu terlihat jelas tebal diatas semakin kurus kebawah.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Disabilitas, GMNI Desak Polres Pamekasan Tindaklanjuti Terduga T

Sehingga, dugaan kuat pekerjaan TPT di Proyek jembatan senilai Rp2 miliar yang digarab oleh CV Al-Qudz itu diduga dikerjakan tidak sesuai dengan besaran teknik (Bestek) di rencana anggaran biaya (RAB) yang telah ditentukan.

Selain itu, pelaksana mengabaikan kewajiban pemasangan papan informasi. Hal itu mengindikasikan lemahnya pengawasan dari konsultan pengawas CV Global Design dan pejabat pembuat komitmen (PPK).

Sementara, Fauzan selaku Direktur CV Al-Qudz, saat dikonformasi Pilar Pos melalui pesan WhatsApp dan telepon selulernya memilih bungkam. Padahal, pesan yang dikirim media ini menandakan centang dua.

Sementara itu, Ilham, selaku konsultan pengawas lapangan dari CV Global Design menyatakan bahwa hasil yang dikerjakan oleh pelaksana dari pembangunan TPT itu merupakan pekerjaan yang salah.

BACA JUGA :  Geger ! Mayat Perempuan Asal Pamekasan Ditemukan Mengapung di Perairan Dharma Tanjung Sampang

Ia mengaku, bahwa dirinya setiap hari selalu mengawasi pekerjaan proyek. Sebelum itu kata dia bangunan disi selatan juga ada kesalahan dan sudah dilakukan pembongkaran. Namun pada saat pemasangan pada batu pondasi dilokasi yang baru, dirinya mengakui tidak mengawasi.

“Itu memang salah, dan saya mendukung atas fungsi control dari awak media. Kemarin disisi selatan sebelumnya sudah dilakukan pembongkaran dan saya sudah mengadu ke pihak dinas terkait. Untuk yang saat ini saya menghubungi pihak kontraktor masih belum diangkat. Kalau papan informasi ada tapi belum dipasang,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Pelaksana BPBD Sampang, Candra Romadoni Amin, membenarkan bahwa pengerjaan proyek rekonstruksi jembatan Desa Daleman-Pasarenan sudah dimulai. Kontrak kerja proyek dimulai dari 26 Juni 2025 dan ditargetkan rampung akhir Oktober 2025.

BACA JUGA :  Viral di Medsos, Penemuan Mayat Laki-laki Tergeletak di Pinggir Jalan Desa Rapa Daya Sampang

“Masa pelaksana proyek selama 4 bulan, terhitung mulai dari Juni-Oktober 2025,” ungkap Chandra.

Candra menjelaskan pembangunan jembatan Desa Daleman-Pasarenan ini menggunakan kontruksi beton. Lantai jembatan yang awalnya terbuat dari kayu dirubah ke cor beton.

“Kalau mengenai volume dan teknik pengerjaan, saya tidak hafal, datanya ada di kantor,” paparnya.

Ditanya terkait tidak adanya papan nama di lokasi proyek? Candra mengaku belum mendapat laporan. Meski begitu, pihaknya berjanji akan menegur rekanan pelaksana agar papa nama segera dipasang.

Papan nama penting sebagai informasi kepada masyarakat tentang jenis kegiatan, lokasi proyek, anggaran, sumber dana, dan pelaksana proyek.

“Papan nama harus dipasang agar masyarakat tahu kalau itu programnya pemerintah, ketentuan pemasangan papan nama proyek juga sudah tertuang dalam kontrak kerja,” tutur Candra.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Hari Dicari, Lansia Hilang di Jrengik Sampang Ditemukan Meninggal di Persawahan
Tragis, Pemuda 26 Tahun di Sampang Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Mandi
Wartawan Sampang Gelar Doa Bersama, Titip Harapan Keselamatan Lima Jurnalis Hilang saat Liputan Anak Gunung Krakatau
AMPG Bangun Sumur Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Sampang
Dimediasi Tokoh Agama dan Masyarakat, Kasus Dugaan Penganiayaan di Tlagah Sampang Berujung Damai
Diduga Sengaja Dibakar oleh Anak Sendiri, Sebuah Rumah di Ketapang Sampang Ludes
Nahas ! Ditinggal Pergi oleh Penghuni, Sebuah Rumah di Robatal Sampang Ludes Dilalap Si Jago Merah
Diduga Komponen Lepas, Dua Mobil Pick Up Adu Depan di Ambunten Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:50 WIB

Tiga Hari Dicari, Lansia Hilang di Jrengik Sampang Ditemukan Meninggal di Persawahan

Kamis, 17 September 2026 - 20:32 WIB

Tragis, Pemuda 26 Tahun di Sampang Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Mandi

Minggu, 13 September 2026 - 22:52 WIB

Wartawan Sampang Gelar Doa Bersama, Titip Harapan Keselamatan Lima Jurnalis Hilang saat Liputan Anak Gunung Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 23:16 WIB

AMPG Bangun Sumur Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Sampang

Jumat, 4 September 2026 - 19:51 WIB

Dimediasi Tokoh Agama dan Masyarakat, Kasus Dugaan Penganiayaan di Tlagah Sampang Berujung Damai

Berita Terbaru