Mahasiswa UNIRA Demo ke Kantor Bupati Pamekasan, Soroti Perbaikan Jalan dan Reformasi Birokrasi

Avatar

- Pewarta

Kamis, 14 Agustus 2025 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Madura (UNIRA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pamekasan, Kamis (14/8/2025). Massa aksi bahkan berhasil menerobos barisan pengamanan hingga melakukan penyegelan pintu kantor bupati.

Koordinator aksi, Presiden Mahasiswa UNIRA, Izet Alfian Fatahillah, mengatakan bahwa aksi ini bertepatan dengan momentum peringatan Kemerdekaan RI ke-80 sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.

BACA JUGA :  Firman Syah Ali Ucapkan Selamat dan Sukses Atas Terpilihnya KH Muhlis Nasir Sebagai Ketua PCNU Pamekasan

“Bendera One Piece ini kami kibarkan sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang dipimpin Bupati Pamekasan,” ujar Izet.

Korlap aksi, Fajrul, menyoroti penggunaan anggaran negara untuk memperbaiki jalan menuju kediaman pribadi bupati, sementara masyarakat Pamekasan harus bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya.

“Bahkan jalan menuju rumah istri orang nomor satu di Pamekasan itu juga diperbaiki menggunakan uang negara,” ungkapnya.

Selain masalah infrastruktur, para mahasiswa juga menyoroti kondisi birokrasi di Pemkab Pamekasan. Mereka menilai reformasi birokrasi belum berjalan maksimal karena banyak posisi kepala dinas yang kosong dan hanya diisi pelaksana tugas (Plt) dengan kewenangan terbatas.

BACA JUGA :  Proyek Bahu Jalan Tanpa Papan Nama Terkesan Siluman

“Bupati belum melakukan penyegaran birokrasi, terutama mengangkat kepala dinas definitif untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahan,” tegas Fajrul.

BEM UNIRA mendesak bupati segera melakukan reformasi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan, yang dinilai menjadi penyebab defisit anggaran pada tahun 2024. Namun, kata mereka, bupati dan sekda tidak bersedia menandatangani kesepakatan atas tiga tuntutan yang diajukan.

BACA JUGA :  Ponpes Karang Manggis Bantah Dukung Paslon Kharisma

“Kami kecewa karena janji tindak lanjut dari audiensi sebelumnya tidak pernah terealisasi. Kami akan terus turun ke jalan sampai tuntutan kami dipenuhi,” tegas Izet.

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menemui massa dan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa.

“Kami sudah mulai melakukan perbaikan, termasuk tahapan reformasi birokrasi. Semua butuh proses,” ujar Kholilurrahman. (*)

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabar Gembira Warga Trenggalek, Pajak Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PPHTB) Selain Waris Diskon 25%
Firman Syah Ali Ucapkan Selamat dan Sukses Atas Terpilihnya KH Muhlis Nasir Sebagai Ketua PCNU Pamekasan
Pj Kades Baturasang Sampang Jarang Masuk Kantor, Masyarakat Resah Pelayanan Terganggu
Menanti Nyali KPK dalam Skandal Dana Hibah Rp 7 Triliun
Program Smart Village di Sampang Sedot Dana Miliaran
Penghentian Kasus Gebyar Batik Dikecam, JAKA Jatim: Hukum di Pamekasan Dipermainkan
Pedagang Klontong Resah Rokok Ilegal Merek Gico Marak Beredar
Resmi Dilantik, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Siap Sinergikan Nawa Bhakti Satya dengan Asta Cita

Berita Terkait

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:47 WIB

Kabar Gembira Warga Trenggalek, Pajak Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PPHTB) Selain Waris Diskon 25%

Kamis, 14 Agustus 2025 - 19:36 WIB

Mahasiswa UNIRA Demo ke Kantor Bupati Pamekasan, Soroti Perbaikan Jalan dan Reformasi Birokrasi

Minggu, 20 Juli 2025 - 22:03 WIB

Firman Syah Ali Ucapkan Selamat dan Sukses Atas Terpilihnya KH Muhlis Nasir Sebagai Ketua PCNU Pamekasan

Jumat, 11 Juli 2025 - 00:32 WIB

Pj Kades Baturasang Sampang Jarang Masuk Kantor, Masyarakat Resah Pelayanan Terganggu

Kamis, 3 Juli 2025 - 14:01 WIB

Menanti Nyali KPK dalam Skandal Dana Hibah Rp 7 Triliun

Berita Terbaru

Caption: Ketua LPK Trankonmasi Jatim Faris Reza Malik (Kaos Merah) Didampingi Pukuhan Nelayan Saat Diwawancarai Wartawan Usai Laporan ke Kejati Jatim (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Hukum & Kriminal

Nelayan Pantura Madura Laporkan Dugaan Korupsi Rp21 Miliar ke Kejati Jatim

Selasa, 26 Agu 2025 - 19:24 WIB