Nelayan Banyuates Sampang Kembali Demo Petronas, Tuntut Kepastian Kompensasi Rumpon

Avatar

- Pewarta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Faris Reza Malik Korlap Aksi Bersama Puluhan Nelayan Banyuates Sampang saat aksi demontrasi ke Petronas tuntut kompensasi ganti rumpon (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Faris Reza Malik Korlap Aksi Bersama Puluhan Nelayan Banyuates Sampang saat aksi demontrasi ke Petronas tuntut kompensasi ganti rumpon (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos || Ketegangan antara nelayan di Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dengan Petronas kembali mencuat. Puluhan nelayan yang tergabung dalam Persatuan Nelayan Banyuates Bangkit (PNBB) menggelar aksi demonstrasi di kawasan pesisir Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Selasa (18/8/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas persoalan kompensasi atau ganti rugi rumpon yang hingga kini, menurut para nelayan, belum memperoleh penyelesaian dan kepastian dari pihak Petronas.

Sebelumnya, massa aksi berencana bergerak menggunakan kapal menuju lokasi pengeboran Sumur Hidayah di perairan Desa Batioh, Kecamatan Banyuates. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan dengan pertimbangan menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.

Koordinator Lapangan aksi, Faris Reza Malik, mengatakan sedikitnya 100 kapal semula dipersiapkan untuk bergerak menuju kawasan pengeboran guna menyampaikan tuntutan secara langsung.

BACA JUGA :  Proyek Saluran Drainase di Desa Banyukapah Sampang Diduga Asal Jadi, Kualitas Dipertanyakan

“Ada sekitar 100 kapal yang direncanakan berangkat hari ini. Namun, karena kita menghargai kondusivitas wilayah, akhirnya kita berorasi di sini dan menyampaikan tuntutan,” ujar Faris.

Meski aksi di laut batal dilakukan, para nelayan tetap memberikan batas waktu kepada Petronas agar segera memberikan kejelasan terkait persoalan kompensasi rumpon.

Faris menegaskan, apabila hingga 21 Agustus 2026 tidak ada penyelesaian maupun pertemuan yang menghasilkan kepastian terhadap tuntutan nelayan, pihaknya tidak menutup kemungkinan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Jangan salahkan kami jika Petronas tidak segera menyelesaikan kompensasi ganti rugi rumpon. Nelayan bisa kembali turun ke laut untuk menyampaikan tuntutan secara langsung,” tegasnya.

Petronas Dijadwalkan Temui Nelayan

BACA JUGA :  Proyek Saluran DD Diduga Tumpang Tindih di Desa Pangongsean, Sekcam Torjun Sampang: Itu Menyalahi Aturan

Di sisi lain, Ketua DPC Projo Sampang, Herman Hidayat, yang turut menjadi salah satu koordinator aksi, menyampaikan bahwa pihak Petronas dijadwalkan bertemu dengan perwakilan nelayan pada 21 Agustus 2026.

Menurut Herman, informasi mengenai rencana pertemuan tersebut disampaikan oleh Windhy Biotrie Juwita, Vice President SCM & Business Support Petronas Indonesia.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperoleh kejelasan mengenai tuntutan kompensasi yang selama ini menjadi persoalan di kalangan nelayan pesisir Banyuates.

“Petronas sudah berjanji akan menemui kami pada 21 Agustus. Kami berharap pertemuan itu benar-benar menghasilkan kepastian, bukan sekadar janji,” kata Herman.

Herman menegaskan, para nelayan tidak menginginkan persoalan kompensasi tersebut terus berlarut-larut. Terlebih, aktivitas proyek minyak dan gas di kawasan Sumur Hidayah menjadi perhatian masyarakat pesisir yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas melaut.

BACA JUGA :  Kopri PMII Sampang: Keadilan untuk Korban Pencabulan Robatal Jangan Ditunda

“Kami berdiri bersama nelayan. Yang kami tuntut adalah penyelesaian hak-hak masyarakat. Jangan sampai persoalan ini terus dibiarkan hingga memicu konflik yang lebih besar,” tandasnya.

Para nelayan berharap pertemuan dengan pihak Petronas pada 21 Agustus 2026 nantinya menghasilkan solusi konkret dan memberikan kepastian mengenai tuntutan kompensasi rumpon.

Mereka juga menegaskan bahwa penyelesaian secara dialog menjadi pilihan utama, sehingga persoalan antara nelayan dan perusahaan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan gangguan terhadap keamanan maupun aktivitas masyarakat di wilayah pesisir Banyuates.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Organisasi dan Pengabdian, Rakercab II PSHT Cabang Sampang Jadi Momentum Evaluasi
Diduga Tinggalkan Rumah Saat Kompor Masih Menyala, Rumah Warga Sampang Terbakar
Tiga Remaja Berboncengan Kecelakaan di Pangarengan Sampang, Satu Pelajar Meninggal Dunia
Di Balik Teka-Teki Bakal Calon Ketua PJS, Jelang Kongres ke-2: Begini Pesan Tokoh Terpopuler Sampang
Pemdes Poreh Sampang Salurkan Bapang, Sebanyak 1.034 Warga Terima Bantuan Beras
Sanggar KBP Sampang Kirim Lima Grup, Ramaikan Lomba Tari Tradisional se-Madura Karang Taruna Expo II
Lansia Asal Pamekasan Ditemukan di Sampang Setelah Sehari Dicari Keluarga
Seorang Kakek Tersesat Tak Tahu Jalan Pulang, Polsek Sampang Berhasil Ungkap Identitas dan Asal Daerahnya

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Perkuat Organisasi dan Pengabdian, Rakercab II PSHT Cabang Sampang Jadi Momentum Evaluasi

Rabu, 30 September 2026 - 17:51 WIB

Diduga Tinggalkan Rumah Saat Kompor Masih Menyala, Rumah Warga Sampang Terbakar

Minggu, 27 September 2026 - 11:01 WIB

Tiga Remaja Berboncengan Kecelakaan di Pangarengan Sampang, Satu Pelajar Meninggal Dunia

Sabtu, 26 September 2026 - 23:53 WIB

Di Balik Teka-Teki Bakal Calon Ketua PJS, Jelang Kongres ke-2: Begini Pesan Tokoh Terpopuler Sampang

Rabu, 23 September 2026 - 15:36 WIB

Pemdes Poreh Sampang Salurkan Bapang, Sebanyak 1.034 Warga Terima Bantuan Beras

Berita Terbaru