Dari Keterbatasan Menuju Terang: Perjalanan Jihadudin Ansori, Pegawai P3K yang Menyalakan Harapan di Sampang

Avatar

- Pewarta

Kamis, 9 Oktober 2025 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Jihadudin Ansori (Sumber Foto: dok/Pilar Pos)

Caption: Jihadudin Ansori (Sumber Foto: dok/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Di sebuah rumah sederhana di kawasan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang, dentuman musik dan cahaya warna-warni dari lampu panggung berpadu menciptakan suasana riuh penuh semangat. Di balik cahaya yang menari itu, berdiri seorang pria dengan tangan sibuk mengatur kabel dan panel kontrol Jihadudin Ansori, atau akrab disapa Jihad.

Bagi pria berusia 33 tahun ini, cahaya bukan sekadar pekerjaan. Ia adalah simbol perjalanan hidup dari gelapnya keterbatasan menuju terang kesuksesan yang kini ia nikmati.

Awal yang Penuh Keterbatasan

Jihad tumbuh di tengah keluarga sederhana. Ayah dan Ibunya seorang petani. Sejak kecil, ia terbiasa melihat bagaimana kerasnya hidup di Sampang. Namun alih-alih menyerah, ia justru menjadikan kesulitan itu sebagai bahan bakar semangat.

“Kalau menyerah karena miskin, saya nggak akan sampai di titik ini. Hidup harus diperjuangkan,” ujarnya kepada Pilarpos.com, Selasa (8/10/2025).

Perjalanan dari Aktivis hingga P3K

BACA JUGA :  Diskusi Bersama Pengusaha Muda Lumajang, Khofifah Bahas Pengembangan Agrobisnis Hingga Pendidikan di Daerah
Dari Keterbatasan Menuju Terang: Perjalanan Jihadudin Ansori, Pegawai P3K yang Menyalakan Harapan di Sampang
Caption: Jihadudin Ansori (Baju Putih Pakai Kacamata Hitam) saat acara pelantikan P3K (Sumber Foto: dok/Pilar Pos)

Sebelum dikenal sebagai pengusaha lighting, Jihad pernah menjadi aktivis sosial dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2016. Dari situ ia belajar banyak tentang empati, perjuangan, dan pentingnya membantu sesama.

Tahun 2025 menjadi babak baru dalam hidupnya. Ia resmi diangkat sebagai pegawai P3K di salah satu instansi pemerintah daerah Sampang. Meski penghasilan masih terbatas, kesempatan itu memberi pijakan baru untuk terus berkembang.

“Status P3K itu bukan akhir, tapi justru awal untuk terus belajar mandiri,” kata Jihad dengan nada yakin.

Cahaya dari Kegelapan Pandemi

Pandemi COVID-19 tahun 2019 justru menjadi momentum perubahan. Saat banyak usaha gulung tikar, Jihad bersama beberapa rekannya mencoba peruntungan dengan membuka usaha jasa event dan lighting bernama Dalbar Group.

BACA JUGA :  Warga Ketapang Daya Kawal Ketat Sidang Pencurian di PN Sampang, Desak Hakim Vonis Berat Terdakwa

“Awalnya kami cuma punya beberapa lampu dan sound seadanya. Tapi karena niatnya kuat, pelan-pelan berkembang,” kenangnya sambil tersenyum.

Kini, Dalbar Group dikenal luas di Madura sebagai penyedia jasa lighting, panggung, sewa kursi, Kipas Angin, dan sound system. Tak hanya di Sampang, pesanan juga datang dari Pamekasan dan Bangkalan.

Menyalakan Asa untuk Anak Muda

Yang paling membanggakan bagi Jihad bukan hanya soal keuntungan, tapi kesempatan kerja yang ia ciptakan. Usahanya kini mempekerjakan beberapa anak muda lokal yang dulunya menganggur.

“Kalau dulu saya kerja sendirian, sekarang sudah ada empat orang yang bantu. Saya ingin anak-anak muda Sampang percaya, bahwa kita bisa sukses tanpa harus merantau jauh,” tuturnya dengan bangga.

Cahaya yang Tak Pernah Padam

Pendidikan formal Jihad pun penuh warna. Ia menempuh pendidikan di SDN 1 Taman Jrengik, kemudian melanjutkan ke MTS Tanwirul Islam, MA Tanwirul Islam, hingga akhirnya meraih gelar sarjana di STAIN Ma’arif Sampang. Semua itu ditempuh dengan perjuangan tanpa henti.

BACA JUGA :  Rekam dan Sebar Video Tak Senonoh, Pemuda di Sampang Terancam 10 Tahun Penjara

“Yang penting jangan takut memulai dari bawah. Semua proses pasti membuahkan hasil kalau disertai doa dan kerja keras,” pesannya.

Kini, Jihad bukan hanya menyalakan lampu-lampu di setiap panggung acara, tapi juga menyalakan harapan di hati banyak orang di sekitarnya.

“Bagi saya, terang itu bukan cuma dari lampu, tapi dari niat baik dan semangat untuk terus berjuang,” tutupnya.

Kisah Jihadudin Ansori adalah potret nyata bahwa terang selalu lahir dari kegelapan. ia menunjukkan bahwa tekad dan keberanian memulai bisa mengubah nasib siapa pun bahkan dari pelosok Sampang sekalipun.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswi SMAN 1 Pamekasan Wakili Jatim Dalam Speech Contest Competition Bidik Juara 1 Tingkat Nasional
CV Prabu Alam Tanggung Jawab Perbaiki Kerusakan Puskesmas Karang Penang Sampang, Direktur: Tangga Teras Tak Masuk RAB
Diduga Oknum ASN Di Pamekasan Sering Bolos Ngantor, Terancam Kena Sanksi Turun Jabatan Hingga Pemecatan
ASN Di Pamekasan diduga Ikut Cawe-cawe Ormas, Terancam Dilaporkan
Pelayanan Pengobatan Gratis, Puskesmas Pasean Sambangi Dapur MBG di Wilayahnya
Rajut Silaturahim, PP. Bustanul Ulum Sumber Anom Angsanah Pamekasan Gelar Halal Bihalal
Putri Sulung Kades Banjar Talela Sampang Lepas Masa Lajang, Ini Jadwal Akadnya
Hanura Pamekasan Siap Mewarnai Pemilu Mendatang, Dengan Menggaet Tokoh Elit Di Kepengurusan Partai

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:17 WIB

Siswi SMAN 1 Pamekasan Wakili Jatim Dalam Speech Contest Competition Bidik Juara 1 Tingkat Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 21:59 WIB

Diduga Oknum ASN Di Pamekasan Sering Bolos Ngantor, Terancam Kena Sanksi Turun Jabatan Hingga Pemecatan

Senin, 13 April 2026 - 15:37 WIB

ASN Di Pamekasan diduga Ikut Cawe-cawe Ormas, Terancam Dilaporkan

Sabtu, 11 April 2026 - 12:00 WIB

Pelayanan Pengobatan Gratis, Puskesmas Pasean Sambangi Dapur MBG di Wilayahnya

Sabtu, 11 April 2026 - 11:28 WIB

Rajut Silaturahim, PP. Bustanul Ulum Sumber Anom Angsanah Pamekasan Gelar Halal Bihalal

Berita Terbaru