Protes Keras Rokok Ilegal, Aktivis Forum NGO Pamekasan Gelar Aksi Teatrikal Buka Baju dan Bakar Seragam di Kanwil Bea Cukai Jatim I

Avatar

- Pewarta

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum NGO Pamekasan di depan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur I. Kamis, 29/10/2026.

Forum NGO Pamekasan di depan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur I. Kamis, 29/10/2026.

SURABAYA, Pilar Pos – Unjuk rasa Jilid I yang digelar oleh Forum NGO Pamekasan di depan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur I berujung ricuh dan diwarnai aksi nekat, Kamis (29/10/2026). Massa yang kecewa akibat tidak ditemui secara langsung oleh Kepala Kanwil meluapkan amarahnya dengan melakukan aksi teatrikal melepas pakaian hingga membakar baju seragam di depan pintu gerbang kantor. Kamis, 28/10/2026.

Ketegangan bermula saat massa mendesak pihak Kanwil DJBC Jatim I untuk menginstruksikan Bea Cukai Madura agar menindak tegas 14 Perusahaan Rokok (PR) yang diduga kuat memproduksi dan mengedarkan rokok ilegal di Pamekasan dan Sumenep. Namun, setelah satu jam bergantian menyampaikan aspirasi, massa hanya ditemui oleh pejabat perwakilan, bukan kepala kantor. Kecewa dengan respons tersebut, para demonstran langsung menyiramkan bensin ke seragam mereka dan menyulutnya dengan api di tengah jalan.

BACA JUGA :  Demo Penundaan Pilkades di Sampang Ricuh, Aktivis: Polisi Lebih Bela Penguasa daripada Rakyat

Aksi ini sempat diwarnai kendala logistik setelah rombongan yang menumpangi 5 armada bus mini dari Madura mengalami insiden kecelakaan di jalan raya. Akibat kejadian tersebut, massa yang awalnya berjumlah sekitar 150 orang datang terlambat dan hanya sebagian yang berhasil mencapai lokasi unjuk rasa di Surabaya. Para aktivis menduga ada unsur sabotase di balik hambatan perjalanan tersebut. Meski jumlah massa berkurang, jalannya unjuk rasa tetap berlangsung dengan tensi tinggi hingga memicu kesigapan aparat TNI dan Polri yang berjaga untuk segera memadamkan kobaran api baju.

Adapun 14 pabrik rokok yang dituntut untuk diperiksa izin dan operasionalnya oleh Forum NGO antara lain PR HS Djaya Abadi, PR Classy, PR Paku Alam, PR Angkasa Bumi, PR Raja Agung, PR Bintang Surya, PR Raja Tembakau, PR King, PR Bahagia, PR Lima Sogi, PR Sumur Kandang, dan PR Sumur Penang. Massa akhirnya membubarkan diri secara tertib setelah api padam, namun mereka menegaskan akan kembali membawa massa yang lebih besar pada aksi Jilid II jika tuntutan pemeriksaan ini diabaikan.

BACA JUGA :  Bani Insan Peduli BIP Perkuat Hubungan Dengan Jurnalis dan NGO

Komentar Pihak Terkait:
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Fery Pocong, menyatakan bahwa tindakan membakar baju tersebut merupakan simbol dari kekecewaan mendalam terhadap penegakan hukum kepabeanan yang dinilai mandul.

“Aksi bakar baju dan teatrikal ini adalah simbol matinya hati nurani dan ketidakbecusan Bea Cukai dalam menegakkan undang-undang kepabeanan. Kami menduga mereka tutup mata terhadap 14 PR ilegal di Madura yang jelas-jelah merugikan negara. Ini adalah peringatan keras dari kami!” tegas Fery di lokasi kejadian.

BACA JUGA :  Makin Leluasa, Rokok Ilegal PCX Tembus Pasar Tradisional di Pamekasan

Sementara itu, perwakilan aktivis Forum NGO Pamekasan, Hasbul dan Amir, dalam orasinya menambahkan bahwa hambatan di jalan tidak akan menyurutkan tuntutan mereka.

“Meskipun massa kami dicegat insiden di jalan yang kami duga kuat sebagai bentuk sabotase, perjuangan tidak akan berhenti di sini. Jika 14 pemilik PR rokok ilegal yang tertera di spanduk kami tidak segera diperiksa, kami pastikan akan datang lagi dengan gelombang massa Jilid II yang jauh lebih besar,” ujar Hasbul.

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Gentar Isu Sabotase, Aliansi LSM Siap Kepung Mapolres Pamekasan Kawal Dua Kasus Besar
Merasa Dibohongi, Penjual Sepeda Motor Kasus Beat Street dan CRF di Sumenep Siap Laporkan Oknum Polisi ke Propam
Perkuat Aksi Kemanusiaan, Madas Nusantara Jatim dan Basarnas Surabaya Resmi Jalin Sinergi Strategis
Peduli Sosial, ORMAS Madas Nusantara Jatim Jalin Sinergisitas dengan Basarnas Jawa Timur
Respons Cepat Polsek Bubutan Dinanti, Kasus Jambret Rp4 Juta di Jalan Demak Harus Diusut Tuntas
Identitas Mayat di Perbukitan Togrebe Pamekasan Terungkap, Ternyata Warga Palengaan
Polisi Olah TKP Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Desa Palakpak, Pagantenan Pamekasan
Geger, Sosok Mayat Lansia Berbaju Batik Ditemukan Membusuk di Perbukitan Desa Plakpak Pamekasan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Protes Keras Rokok Ilegal, Aktivis Forum NGO Pamekasan Gelar Aksi Teatrikal Buka Baju dan Bakar Seragam di Kanwil Bea Cukai Jatim I

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Tak Gentar Isu Sabotase, Aliansi LSM Siap Kepung Mapolres Pamekasan Kawal Dua Kasus Besar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Merasa Dibohongi, Penjual Sepeda Motor Kasus Beat Street dan CRF di Sumenep Siap Laporkan Oknum Polisi ke Propam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Perkuat Aksi Kemanusiaan, Madas Nusantara Jatim dan Basarnas Surabaya Resmi Jalin Sinergi Strategis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Peduli Sosial, ORMAS Madas Nusantara Jatim Jalin Sinergisitas dengan Basarnas Jawa Timur

Berita Terbaru