Diduga Tak Tepat Sasaran, Proyek Pamsimas Pokmas Tambelangan Asri di Sampang Tidak Ada Sumber Mata Air

Avatar

- Pewarta

Jumat, 27 Juni 2025 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Proyek Pamsimas TA 2023 yang dikerjakan oleh Pokmas Tambelangan Asri di Desa Tambelangan (Sumber Foto: Pilar Pos)

Caption: Proyek Pamsimas TA 2023 yang dikerjakan oleh Pokmas Tambelangan Asri di Desa Tambelangan (Sumber Foto: Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Proyek Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan. Jumat, (27/06/2025).

Sebab, proyek Pamsimas yang dibangun di 2023 itu diketahui tidak memiliki sumber mata air. Air yang selama ini dialirkan kepada warga sekitar berasal dari sumber air milik warga sekitar (pribadi). Sehingga, dugaan kuat proyek Pamsimas TA 2023 di Desa Tambelangan diduga tidak tepat sasaran penempatan serta disinyalir mengabaikan pentingnya menggunakan metode dalam pencarian sumber mata air.

Berdasarkan informasi yang dihimpun proyek Pamsimas tersebut dikerjakan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Tambelangan Asri. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp400 juta.

BACA JUGA :  Dikerjakan Cv Ridho Karya, Proyek Pembangunan Labkesda Rp8 Miliar di Sampang Tak Lengkapi K3

Proyek Pamsimas adalah salah satu program Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementrian) PUPR. Program ini bertujuan untuk meningkatkan layanan akses air minum dan sanitasi yang layak.

Salah satu warga sekitar yang terdampak dari proyek Pamsimas tersebut menuturkan bahwa sejak bangunan proyek Pamsimas berdiri sudah sekitar dua tahun, untuk sumur bor tidak mengeluarkan sumber mata air.

“Sejak dari proyek ini selesai, kalau dari Pamsimas sendiri tidak keluar air. Saat ini air yang disalurkan ke masyarakat dari sumber mata air lain dan berbayar ke orang yang punya sumur bor,” ungkap warga sekitar, Kamis (26/06/2025).

Saat dikonfirmasi Faisol Kades Desa Tambelangan oleh media ini melalui pesan whatsApp tidak ada balasan dan telepon selulernya untuk mengetahui siapa pelaksana proyek Pamsimas dan sumber dana serta besaran anggaran dari proyek tersebut, media ini belum terhubung lantaran nomor yang biasa dipakai tidak dapat dihubungi.

BACA JUGA :  Kecamatan Tambelangan Sampang Gelar Rakor PKG Percepatan Eliminasi Kusta

Perlu diketahui, proyek Pamsimas adalah satu paket dengan pekerjaan fisik tandon, sumur bor, dan pipa. Namun, pekerjaan pengeboran sumur bor proyek Pamsimas yang dikerjakan oleh Pokmas Tambelangan Asri tidak menemukan sumber mata air.

Sekedar diketahui, bahwa pada umumnya untuk pekerjaan pengeboran, cara yang tepat dalam pencarian sumber mata air dalam proyek pengeboran adalah menggunakan metode Geolistrik.

BACA JUGA :  Program ADK di Sampang Sedot APBD Rp 1 M, Proyek Diborong Dua CV

Metode ini melibatkan pengukuran resistivitas listrik dalam tanah untuk mengidentifikasi keberadaan air tanah dan lapisan akuifer.

Metode ini mengukur perbedaan tahanan jenis (resistivitas) batuan dan tanah di bawah permukaan dengan mengalirkan arus listrik melalui elektroda yang ditanam di tanah.

Geolistrik dapat membantu mengidentifikasi lapisan batuan yang mengandung air (akuifer) berdasarkan perbedaan resistivitas dengan lapisan lain. Metode ini juga dapat menentukan kedalaman lapisan air tanah.

Data geolistrik membantu menentukan zona-zona potensial yang mengandung air tanah dengan produktivitas tinggi.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Alami Diare Usai Konsumsi MBG di Sampang, Wali Murid Geram
Aspal Lapen Dana Desa Solor 2024 Rusak Parah Jadi Sorotan Komisi IV Dan I DPRD
Diduga Langgar Permen PUPR, Hippa Kapasan Jaya di Desa Baturasang Sampang Terancam Tak Bisa Cairkan Termin Kedua
Problem Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Begini Kata KMB BBWS Brantas
Ratusan Nelayan Sampang Demo SKK Migas, Tuntut Ganti Rugi Rumpon yang Rusak Akibat Survei Seismik Petronas
Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Kelompok Hippa Hanya Jadi Formalitas
Meriahkan HUT RI ke-80, Lomba Perahu Dayung di Banyuanyar Sampang Seru dan Penuh Antusiasme
Uang Muka Proyek Pustu di Sampang Belum Cair, Rekanan Kelimpungan

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 07:39 WIB

Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Alami Diare Usai Konsumsi MBG di Sampang, Wali Murid Geram

Selasa, 26 Agustus 2025 - 18:19 WIB

Aspal Lapen Dana Desa Solor 2024 Rusak Parah Jadi Sorotan Komisi IV Dan I DPRD

Senin, 25 Agustus 2025 - 22:36 WIB

Diduga Langgar Permen PUPR, Hippa Kapasan Jaya di Desa Baturasang Sampang Terancam Tak Bisa Cairkan Termin Kedua

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 10:48 WIB

Problem Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Begini Kata KMB BBWS Brantas

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:35 WIB

Ratusan Nelayan Sampang Demo SKK Migas, Tuntut Ganti Rugi Rumpon yang Rusak Akibat Survei Seismik Petronas

Berita Terbaru

Caption: Ketua LPK Trankonmasi Jatim Faris Reza Malik (Kaos Merah) Didampingi Pukuhan Nelayan Saat Diwawancarai Wartawan Usai Laporan ke Kejati Jatim (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Hukum & Kriminal

Nelayan Pantura Madura Laporkan Dugaan Korupsi Rp21 Miliar ke Kejati Jatim

Selasa, 26 Agu 2025 - 19:24 WIB