Pamekasan. Pilar Pos – Kondisi jalan poros Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, kian memprihatinkan. Kerusakan jalan yang dipenuhi lubang besar di sejumlah titik menjadi keluhan masyarakat selama bertahun-tahun. Ironisnya, jalan yang setiap hari dilalui kendaraan pengangkut hasil industri rokok tersebut belum mendapat perhatian serius, baik dari pihak Pemerintah Desa ataupun Pemerintah Kabupaten maupun para pelaku usaha yang menikmati aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Warga mengaku resah karena kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan. Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat menghindari lubang atau kehilangan keseimbangan saat melintas, terutama pada malam hari dan saat musim hujan.
Salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keprihatinannya terhadap minimnya kepedulian sosial dari para pengusaha rokok yang beroperasi di sekitar wilayah Desa Plakpak.
“Setiap hari jalan ini dilalui kendaraan yang berkaitan dengan aktivitas industri rokok. Perputaran ekonomi terjadi di sini, keuntungan diperoleh dari sini, tetapi ketika jalan rusak parah seperti sekarang, hampir tidak ada kepedulian untuk memperbaiki,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan jalan poros Desa Plakpak bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan menyangkut kepentingan masyarakat luas. Jalan tersebut merupakan akses utama bagi pelajar menuju sekolah, masyarakat yang menjalankan aktivitas ekonomi, hingga warga yang menghadiri kegiatan keagamaan dan pengajian.
“Anak-anak sekolah setiap hari melewati jalan ini. Pedagang lewat sini, jamaah pengajian juga lewat sini. Jalan ini urat nadi masyarakat. Sangat disayangkan jika para pengusaha yang usahanya berkembang di Desa Plakpak seolah tidak peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Masyarakat menilai sudah saatnya para pengusaha menunjukkan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar. Di tengah berkembangnya industri rokok di Plakpak, kontribusi nyata terhadap fasilitas publik dinilai masih sangat minim.
Warga berharap tidak terjadi saling lempar tanggung jawab antara pemerintah dan pihak swasta. Sebab, kerusakan jalan yang terus dibiarkan berpotensi menimbulkan kecelakaan yang lebih serius di kemudian hari.
“Kami tidak meminta seluruh beban ditanggung pengusaha. Namun, setidaknya ada kepedulian. Jangan hanya menikmati keuntungan usaha, sementara masyarakat harus menanggung risiko dari jalan yang setiap hari semakin rusak,” ungkap warga lainnya.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah maupun para pelaku usaha untuk mencari solusi bersama atas kerusakan jalan poros Plakpak yang semakin mengkhawatirkan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya aktivitas ekonomi yang terganggu, tetapi juga keselamatan masyarakat yang menjadi taruhannya.
“Ketika roda ekonomi terus berputar di atas jalan yang hancur, pertanyaan yang muncul bukan lagi siapa yang bertanggung jawab, melainkan siapa yang masih peduli.”
Ratusan juta setiap hari penghasilan rokok dan percuma banyak pengusaha rokok di Desa Plakpak namun sangat kecil kepedulian terhadap sosial serta lingkungan sekitar. Hanya sifat sombong dan arogan serta acuh tak acuh yang di dahulakan, nihil untuk kebersamaan dalam membangun Desa.
Seharusnya mereka berpikir secara jernih untuk kepentingan masyarakat dan kelacaran perputaran ekonomi, bukan saling menyalahkan dan saling tuding itu bukan tanggung jawab pengusaha rokok.
Penulis : Afadal
Sumber Berita : Afadal











