DEMA UIN Madura Kecam Dugaan Intimidasi terhadap Koordinator Pusat Aliansi DEMA PTKIN Se-Indonesia

Avatar

- Pewarta

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Muhammad Gufron, Ketua DEMA UIN Madura (Sumber Foto: Ridho/Pilar Pos)

Caption: Muhammad Gufron, Ketua DEMA UIN Madura (Sumber Foto: Ridho/Pilar Pos)

MADURA, Pilar Pos || Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Madura menyatakan sikap tegas atas dugaan intimidasi, ancaman, dan berbagai bentuk tekanan yang dialami Koordinator Pusat Aliansi DEMA PTKIN Se-Indonesia setelah menyampaikan kritik terkait persoalan yang dikenal publik sebagai “Haji Isam Estate” melalui akun Instagram resmi Aliansi DEMA PTKIN Se-Indonesia.

DEMA UIN Madura menegaskan bahwa unggahan yang menjadi polemik tersebut bukan merupakan pandangan pribadi maupun sikap sepihak Koordinator Pusat. Gagasan, kajian, dan aspirasi yang disampaikan merupakan hasil musyawarah bersama seluruh peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Aliansi DEMA PTKIN Se-Indonesia yang digelar pada 20–24 Mei 2026 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis nasional dibahas secara kolektif melalui mekanisme organisasi yang demokratis, mulai dari pembangunan, ketahanan pangan, keadilan agraria, hingga dampaknya terhadap masyarakat. Karena itu, segala bentuk ancaman maupun upaya kriminalisasi terhadap Koordinator Pusat tidak dapat dipisahkan dari keputusan kolektif yang lahir dari forum resmi organisasi mahasiswa tingkat nasional tersebut.

BACA JUGA :  Bersumber Dari DD TA 2025, Proyek Plengsengan Jalan di Desa Baruh Sampang Diduga Asal Jadi

Ketua DEMA UIN Madura, Muhammad Gufron, menilai kritik yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang dijamin dalam prinsip-prinsip demokrasi dan kehidupan berbangsa. Menurutnya, ruang publik harus tetap menjadi arena pertukaran gagasan yang sehat, bukan ruang yang dipenuhi rasa takut akibat intimidasi terhadap pihak yang menyampaikan pendapat.

“Kami percaya demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh ketika kebebasan berekspresi dijamin, kritik dihargai, dan perbedaan pandangan dijawab dengan argumentasi, bukan pembungkaman,” tegasnya, Rabu (3/6/2026).

Lebih lanjut, DEMA UIN Madura memandang tindakan intimidatif terhadap aktivis mahasiswa tidak hanya mengancam individu yang bersangkutan, tetapi juga berpotensi menggerus iklim demokrasi dan kebebasan akademik yang menjadi fondasi kehidupan kampus. Mahasiswa, menurut mereka, memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat, kritik, maupun hasil kajian terhadap kebijakan yang dinilai berdampak pada kepentingan publik.

BACA JUGA :  Ari Adriansyah Asal Sampang Resmi Jadi Academia D’Academy 8, Raih Tiga Standing Ovation dan Banjir Pujian Juri

Atas dasar itu, DEMA UIN Madura menyatakan solidaritas penuh kepada Koordinator Pusat Aliansi DEMA PTKIN Se-Indonesia serta mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk menjaga ruang demokrasi agar tetap hidup dan terbebas dari praktik-praktik intimidasi.

“Atas nama DEMA UIN Madura, kami menyatakan akan membela dan terus membersamai Koordinator Pusat demi memastikan kebebasan berpendapat tetap terjaga di negara yang mengaku sebagai negara demokrasi. Kritik tidak boleh dibalas dengan ancaman, dan perbedaan pandangan tidak boleh dijawab dengan pembungkaman,” lanjut Gufron.

DEMA UIN Madura juga mendesak seluruh pihak untuk menghormati kebebasan berekspresi, menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap aktivis mahasiswa, serta menjadikan dialog dan argumentasi ilmiah sebagai jalan utama dalam merespons kritik yang berkembang di ruang publik. Menurut mereka, menjaga demokrasi berarti menjaga hak setiap warga negara untuk berbicara, mengkritik, dan menyampaikan gagasan tanpa rasa takut.

BACA JUGA :  DPD TMI Sampang Dukung Aspirasi DPW Jatim Usulkan Don Muzakir Jadi Wakil Menteri Pertanian

“Demokrasi tidak mati ketika rakyat berhenti berbicara. Demokrasi mati ketika rakyat dipaksa takut untuk berbicara. Dan ketika kritik dianggap musuh, saat itulah kekuasaan mulai kehilangan kemampuan untuk mendengar kebenaran,” demikian pernyataan sikap DEMA UIN Madura. (Ridho)

Penulis : Redaksi

Editor : Agus Junaidi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bank Sampang Borong Dua Penghargaan Nasional, Bukti Kinerja Cemerlang dan Komitmen Majukan UMKM
Rakyat Bukan Sekadar Angka: Ketika Nasib Kesejahteraan Ditentukan oleh Desil
Ari Adriansyah Tembus Top 17 D’Academy 8, Dukungan Warga Madura dan Virtual Gift D’Bos Makin Menggelora
Suara Khas Ari Adriansyah Sampang Bikin Juri Terpesona, Penampilan di D’Academy 8 Diguyur 5 Bintang dan 3 Standing Ovation
Insan Pers Sampang Sampaikan Aspirasi ke DPRD, Desak Presiden Klarifikasi Pernyataan “Londo Ireng”
Tampil Memukau! Ari Adriansyah Asal Sampang Raih Dua Kali 3 Standing Ovation dan Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Kegigihan Kelola Pantai Lon Malang Sampang Sejak 2016, Mastuki Masuk 50 Besar Wonderful Indonesia Awards 2026
Ari Adriansyah Asal Sampang Resmi Jadi Academia D’Academy 8, Raih Tiga Standing Ovation dan Banjir Pujian Juri

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Bank Sampang Borong Dua Penghargaan Nasional, Bukti Kinerja Cemerlang dan Komitmen Majukan UMKM

Sabtu, 12 September 2026 - 19:49 WIB

Rakyat Bukan Sekadar Angka: Ketika Nasib Kesejahteraan Ditentukan oleh Desil

Kamis, 10 September 2026 - 15:19 WIB

Ari Adriansyah Tembus Top 17 D’Academy 8, Dukungan Warga Madura dan Virtual Gift D’Bos Makin Menggelora

Rabu, 9 September 2026 - 14:25 WIB

Suara Khas Ari Adriansyah Sampang Bikin Juri Terpesona, Penampilan di D’Academy 8 Diguyur 5 Bintang dan 3 Standing Ovation

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:40 WIB

Insan Pers Sampang Sampaikan Aspirasi ke DPRD, Desak Presiden Klarifikasi Pernyataan “Londo Ireng”

Berita Terbaru