SAMPANG, Pilar Pos || Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di ajang olahraga internasional. Dhafa Agam Kholilullah, siswa MAN 1 Pati, Jawa Tengah, berhasil meraih juara 2 (Medali Perak / Silver Medal) dalam ajang Pugnator Open International Taekwondo Grandslam Youth Championship Banten 2026.
Kejuaraan bergengsi tersebut berlangsung di Indoor Stadium Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 2-4 Oktober 2026. Kompetisi itu mempertemukan para atlet taekwondo dari berbagai daerah dan negara.
Adapun negara partisipan: 10 hingga 13 negara termasuk Indonesia, Malaysia, Turki, Timor Leste, India, Nepal, Filipina, Kamboja, Singapura, dan Pakistan.
Capaian Dhafa tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan MAN 1 Pati, tetapi juga membawa kebanggaan bagi masyarakat Madura. Pasalnya, pelajar tersebut memiliki darah Madura dan berasal dari keluarga yang berdomisili di Dusun Bringkoneng, Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
Ayah Dhafa, Imawan Wasik, mengaku bersyukur atas prestasi yang berhasil diraih putranya. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang telah dijalani Dhafa sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Dhafa mulai kelas 3 SD sudah meraih juara di tingkat kabupaten. Kemudian berlanjut ke tingkat provinsi, nasional, dan sekarang bisa sampai ke ajang internasional,” ujar Imawan Wasik.
Ia mengatakan, selama menekuni olahraga bela diri taekwondo, Dhafa telah mengikuti dan meraih prestasi dalam sejumlah kejuaraan.
Di antaranya Kejuaraan Bupati Pati, Gubernur Cup, Kajati Cup Banten, Undip Cup, hingga Open Turnamen Internasional di Kabupaten Tangerang, Banten, tahun 2026.
Menurut Imawan, perjalanan tersebut menjadi pengalaman penting bagi putranya untuk terus mengembangkan kemampuan dan mental bertanding.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian Dhafa. Terima kasih kepada semua pihak yang selama ini memberikan dukungan, terutama para pelatih, sekolah, teman-teman, keluarga, serta semua yang telah membantu dan mendoakan,” katanya.
Imawan berharap prestasi yang diraih Dhafa tidak membuat putranya cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus berlatih, belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Harapan saya, Dhafa tetap rendah hati, jangan cepat puas dengan apa yang sudah dicapai. Terus berlatih, belajar dan menjaga semangat. Semoga ke depan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi dan suatu saat dapat membawa nama Indonesia di ajang internasional yang lebih besar,” harapnya.
Ia juga berharap perjalanan Dhafa dapat menjadi motivasi bagi anak-anak muda lainnya, khususnya dari Madura, agar berani mengejar prestasi di bidang yang mereka tekuni.
“Yang penting tetap semangat dan jangan takut bermimpi. Prestasi itu membutuhkan proses, latihan dan doa. Mudah-mudahan Dhafa bisa terus berkembang dan memberikan kebanggaan bagi keluarga, sekolah, daerah, serta Indonesia,” tuturnya.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











