Pamekasan, Pilar Pos | Beredarnya wacana pembangunan SDN 6 Plakpak Kecamatan Pagantenan Kabupaten Pamekasan ditengarai disunat oleh oknum sekolah, pasalnya pondasi dasar pembangunan gedung sekolah tidak memakai cakar ayam, hanya ditumpangi diatas fondasi lama. Hal itu berdasarkan investigasi awak media ini ke lokasi, Rabu, 17/09/2025.
Menurut informasi warga diketahui pagu anggaran tersebut senilai Rp. 515.000,-00 untuk pembangunan ruang kelas baru RKB tahun anggaran 2025. Yang diduga bersumber Melalui Dana Alokasi Khusus DAK.
Tidak hanya itu kabar mencuat dari warga sekitar jika anggaran tersebut disunat diawal, maksud dan tujuan yang tidak jelas senilai Rp. 100jt, “Anggaran tersebut kata pihak sekolah yang bisa dikerjakan Rp. 400jt sisanya tidak tahu kemana pak,” Ujar warga yang enggan disebutkan namanya.
Kuat dugaan jika pembangunan RKB tersebut dikorupsi oleh pihak sekolah. Sehingga mendapatkan respon agresif oleh LSM Aliansi Warga Pantura Madura Handoko, “Saya tidak akan diam mendengar hal itu, kami akan melakukan langkah hukum demi transparansi publik dan khalayak, karena selain berdampak hasil pembangunan tidak maksimal juga memanipulasi anggaran,” Geram Handoko.
“Pelaku dijerat dengan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), seperti Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3, yang mengatur sanksi pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal 4 tahun hingga 20 tahun, serta denda, atas perbuatan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi yang merugikan keuangan negara,” Pungkas Handoko.
Kepala Sekolah SDN 6 Plakpak Adilah Rakhman saat dihubungi awak media ini melalui WhatsAppnya menuturkan jika pembangunan tersebut bukan RKB dari DAK.
“Ini Revitalisasi dari dirjen pusat, terkait pembangunan kami menyesuaikan dengan RAB berhubung ini rehab/revitalisasi maka tidak menggunakan cakar ayam. Kalau DAK memang menggunakan cakar ayam mas dan sepeserpun kami tidak melakukan pemangkasan,” Ujarnya.
Adilah mengucapkan Terima kasih kepada pemerintah karena kami mendapatkan bantuan, “Harapan kami mendapatkan bantuan dari pusat mudah-mudahan kwalitas pendidikan di sekolah kami semakin maksimal utamanya di program belajar mengajar sesuai dengan harapan,” Pungkasnya.
Handoko tetap bersikukuh untuk melaporkan pembangunan gedung sekolah tersebut, biar ditemukan progreprogres pembangunan serta proses klarifikasi lanjutan, “Jangan memplintir bahasa yang terkesan membodohi masyarakat, perlu diketahui jika DAK itu ada fisik ada non fisik, biar nanti dibuktikan Pagu anggarannya dibawa kepolres untuk dilakukan penyidikan,” Kata Handoko.











