Ramai, Sejumlah Tokoh Pamekasan Hadiri Haul Agung Toronan ke-266 

PilarPos

- Pewarta

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan, Pilar Pos | Asta Bhuju’ Agung Toronan menggelar Haul Bhuju’ Agung Toronan ke-266 dan Temu Dzurriyah ke-2, di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026),

Acara tersebut dipenuhi suasana khidmat. Para dzurriyah Bhuju’ Agung Toronan dari berbagai daerah se-Indonesia berkumpul di Asta Bhuju’, kegiatan rutin tersebut menjadi momentum penting bagi para dzurriyah untuk kembali bertemu, mempererat tali silaturahmi, mendoakan para leluhur sekaligus saling mendoakan antar sesama dzurriyah.

Tokoh yang hadir Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, Ketua Persatuan Bani Bhuju’ (PBB) KH Kholil Muhammad Gunungsari, Wakil keluarga Mahfud MD Firman Syah Ali dan banyak ulama pengasuh pesantren.

BACA JUGA :  Diduga Oknum ASN Di Pamekasan Sering Bolos Ngantor, Terancam Kena Sanksi Turun Jabatan Hingga Pemecatan

Dzurriyah dari berbagai daerah menunjukkan bahwa ikatan genealogis dan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur masih menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga besar keturunan Bhuju’ Agung Toronan.

Haul bagi keluarga besar Bhuju’ Agung Toronan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial. Di balik pelaksanaannya terdapat pesan tentang pentingnya merawat hubungan antar dzurriyah, mengenang jasa para leluhur dan meneruskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi berikutnya.

Tema haul kali ini adalah “Satmoto-Molimo”, yang secara kultural meyimbolkan Sunan Giri dan Sunan Ampel, dan secara filosofis mengandung ajaran inti amar ma’ruf dan nahi munkar di tanah nusantara.

BACA JUGA :  Skandal Kompensasi Rumpon Nelayan Rp21 Miliar: Pengakuan Terlapor Mengejutkan Soal Aliran Uang ke Bupati Sampang dan Anugerah

Pihak panitia, Firman Syah Ali, menyatakan bahwa dalam filosofi keturunan Sunan Giri, salah satu nilai yang ditekankan adalah “Mapolong Ateh”, yang berarti menyatukan hati.

Pesan Mapolong Ateh itu memiliki makna yang sangat luas. Para keturunan Sunan Giri diharapkan mampu menjaga persatuan setulus hati dan tidak terpecah hanya karena perbedaan profesi, pekerjaan maupun pilihan politik,” ucap Pengurus Pusat Majelis Alumni IPNU.

Apapun pekerjaannya, apapun kelas sosialnya, apapun bendera politiknya dan apapun profesinya, keturunan Bhuju’ harus tetap bersatu dan menyatukan hati untuk mendapatkan ridha Allah SWT serta syafaat Nabi Muhammad SAW,” lanjut Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP).

BACA JUGA :  Dimomen HUT RI ke 80 Ketua P4TM Lepas Landas 120 Unit Armada Pick Up Konvoi Tembakau Suramadu

Semangat tersebut menjadi pesan penting dalam temu dzurriyah. Sebab, perbedaan dalam kehidupan sosial merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menghilangkan hubungan darah, persaudaraan dan tanggung jawab moral untuk menjaga warisan leluhur,” lanjut Ketua Umum Konfederasi Olahraga NU (KONU).

Tadi dalam jaul semua melepaskan jubah kebesaran, semua bersatu dan berkumpul secara setara untuk mendoakan sesepuh kita bersama. Alhamdulillah jamaah hadir dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk diantaranya Papua” pungkas Pimpinan salah satu perguruan Karate.

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Nitizen, Isu Miring Pelayanan RSUD Waru Pamekasan Buruk di Masyarakat
Hety Khumairoh Palengaan Raih Medali Emas di Kejurprov Tenis Meja 2026 di Mojokerto
AKBP Wahyu Hidayat Resmi Menjabat Kapolres Pamekasan
Hasil Penindakan Bea Cukai Madura Musnahkan 21,7 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp19,7 Miliar
DPD TMI Sampang Dukung Aspirasi DPW Jatim Usulkan Don Muzakir Jadi Wakil Menteri Pertanian
Karyawan PPPK di RSUD Waru Pamekasan diduga Mangkir Berbulan-bulan, Sanksi Tegas Wajib Diterapkan Oleh BKPSDM
DPD TMI Sampang Ucapkan Selamat kepada Dr. Sudaryono sebagai Kepala BGN RI, Dorong Penguatan Peran Petani
Trauma Uang & Kesehatan: Mengapa Nanik S Deyang Mundur Meski Baru Menjabat?
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Ramai, Sejumlah Tokoh Pamekasan Hadiri Haul Agung Toronan ke-266 

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:46 WIB

Viral Nitizen, Isu Miring Pelayanan RSUD Waru Pamekasan Buruk di Masyarakat

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Hety Khumairoh Palengaan Raih Medali Emas di Kejurprov Tenis Meja 2026 di Mojokerto

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:22 WIB

AKBP Wahyu Hidayat Resmi Menjabat Kapolres Pamekasan

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:39 WIB

Hasil Penindakan Bea Cukai Madura Musnahkan 21,7 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp19,7 Miliar

Berita Terbaru