Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Alami Diare Usai Konsumsi MBG di Sampang, Wali Murid Geram

Avatar

- Pewarta

Jumat, 29 Agustus 2025 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Salah-satu Siswa Saat Diperiksa di Layanan Kesehatan Terdekat (Sumber Foto: Safii/Pilar Pos)

Caption: Salah-satu Siswa Saat Diperiksa di Layanan Kesehatan Terdekat (Sumber Foto: Safii/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Dua siswa kelas 2 dan 4 SDN Karanganyar 1, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, dikabarkan mengalami diare usai menyantap makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola salah satu dapur penyedia di Dusun Bicabbih, Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Jumat (29/08/2025).

Wali murid mengaku geram karena kedua anaknya langsung mengeluh sakit perut dan diare setelah makan menu MBG berupa nasi goreng, telur campur tahu, jeruk, dan susu yang disajikan pada hari Kamis (28/08/2025).

“Nasi gorengnya basi. Anak saya sampai minta pulang karena sakit perut sampai diare. Saya juga punya bukti pengakuan dari wali murid lain yang juga membenarkan kalau menu pagi tadi nasinya basi,” keluh Safii wali murid dengan nada kesal, Kamis (28/08/2025).

Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Alami Diare Usai Konsumsi MBG di Sampang, Wali Murid Geram
Caption: Menu MBG di Dapur Samaran pada Kamis (28/08/2025) kemarin (Sumber Foto: dok/Pilar Pos)

Safii (Wali murid) menambahkan, tidak tega melihat anaknya mengeluh sakit perut terus-menerus, ia memutuskan untuk membawa kedua anaknya ke layanan kesehatan terdekat di desa setempat.

BACA JUGA :  CV Putri Jihan Jadi Pemenang Lelang, Proyek Tambatan Perahu Pelabuhan Tanglok di Sampang Belum Dimulai

Menurutnya, bukan hanya anaknya saja yang mengalami sakit perut usai konsumsi MBG di Sekolah, namun ada beberapa siswa lain mengalami hal yang sama.

“Anak Saya tidak makan apa-apa lagi selain nasi dari dapur MBG. Lagian bukan hanya anak saya saja yang mengalami sakit perut, anaknya tetangga juga ada yang sampai muntah-muntah,” ungkap Safii.

Safii menilai, pihak pengelola dapur MBG yang berada di Desa Samaran dan petugas gizi lalai memperhatikan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa. Ia juga meminta tanggung jawab atas dugaan makanan basi yang diberikan kepada siswa. Bahkan, ia berencana membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Saya minta kegiatan memasak dapur MBG tersebut dihentikan sementara. Makanan seperti itu bukan untuk manusia, layaknya buat hewan,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Dekkir, selaku penyedia dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Samaran, mengaku bahwa menu MBG yang disajikan pada siswa sudah sesuai standart MBG.

BACA JUGA :  Gasak Motor di Halaman Masjid, Pria Asal Bangkalan Diciduk Satreskrim Polres Sampang Usai 7 Jam Beraksi

Dekkir menerangkan, bahwa menu pada saat itu sudah sesuai persetujuan ahli gIzi di dapur MBG di Desa Samaran. Namun, ia tidak bisa berkomentar lebih terkait masakan karena ada bagian khusus yang di dapur MBG tersebut.

“Saya sebagai mitra dapur tidak tau menahu kalau terkait masakan, karena saya hanya menyiapkan dapurnya. Sebab, dapur MBG itu ada bagiannya masing-masing termasuk juga ada Ahli Gizi nya,” terangnya.

Lebih jauh Dekkir memaparkan, program MBG ini sudah sesuai anjuran dari Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk menyerap tenaga kerja dan sudah sesuai SOP serta karyawan sudah bekerja dengan serius.

BACA JUGA :  Aksi “Rapot Merah Pamekasan”, PMII UIN Madura Segel Gerbang Kantor Bupati

Kendati demikian, Dekkir, sangat berterimakasih atas adanya keluhan wali murid. Sebab, dari kejadian tersebut akan menjadi evaluasi kedepan untuk dapur MBG di Desa Samaran.

“Jadi, kita kedepannya teman-teman yang disini bisa lebih waspada dan itu menjadi bahan catatan sehingga ada siswa yang mengalami diare. Penyebabnya apa? Apa siswa karena tidak boleh makan nasi goreng, atau dengan adanya susu, sehingga siswa tersebut bisa mengalami diare,” pungkasnya.

Semetara, hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari Hayati, Ahli Gizi dari dapur MBG yang terletak di Desa Samaran. Meski upaya konfirmasi telah dilakukan namun belum ada jawaban. Akan tetapi, media ini akan terus melakukan upaya konfirmasi lanjutan.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

618 Calon Jemaah Haji Sampang 2026, Diimbau Jaga Kondisi Fisik dan Kekompakan di Tanah Suci
Potret Laporan Kasus Rumpon Sampang ke Polda Jatim: SP2HP Terus Terbit, Tersangka Tak Kunjung Muncul
LPG 3 Kg Langka dan Mahal, DPRD Sampang Warning dan Larang Dapur MBG Gunakan Gas Subsidi
Stok Aman, Harga Normal: Satreskrim Polres Sampang Ungkap Penyebab Kelangkaan LPG 3 Kg di Sampang
Soroti Degradasi Lingkungan, PMII Sampang Tuntut Audit Tambang Galian C
Dari Perdata ke Pidana, Kasus Haji Latif di Pamekasan Masuki Babak Baru
Janji Gaji Rp13 Juta di Turki Berujung Petaka, Mahasiswa Sampang Lapor Polisi Dugaan TPPO
Puskesmas Karang Penang Diresmikan, Direktur CV Prabu Alam Apresiasi Bupati Sampang

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 18:44 WIB

618 Calon Jemaah Haji Sampang 2026, Diimbau Jaga Kondisi Fisik dan Kekompakan di Tanah Suci

Senin, 27 April 2026 - 08:27 WIB

Potret Laporan Kasus Rumpon Sampang ke Polda Jatim: SP2HP Terus Terbit, Tersangka Tak Kunjung Muncul

Rabu, 22 April 2026 - 20:51 WIB

LPG 3 Kg Langka dan Mahal, DPRD Sampang Warning dan Larang Dapur MBG Gunakan Gas Subsidi

Rabu, 22 April 2026 - 15:33 WIB

Stok Aman, Harga Normal: Satreskrim Polres Sampang Ungkap Penyebab Kelangkaan LPG 3 Kg di Sampang

Selasa, 21 April 2026 - 21:06 WIB

Soroti Degradasi Lingkungan, PMII Sampang Tuntut Audit Tambang Galian C

Berita Terbaru