SAMPANG, Pilar Pos | Wakil Bupati Sampang menyatakan dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. Menurutnya, program ini bukan hanya sebatas seremonial, melainkan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama di pedesaan. Rabu, (01/10/2025).
“Sejauh ini saya sering turun langsung meresmikan dapur MBG. Alhamdulillah, jumlahnya di Sampang terus bertambah dari waktu ke waktu,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Lora Wabup, Selasa (30/9/2025).
Ia menegaskan, program MBG tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi telah menyebar hampir merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Sampang. Pemerataan itu dianggap penting agar manfaat program bisa dirasakan secara adil, termasuk oleh masyarakat pelosok yang kerap terkendala akses terhadap kebutuhan pokok.
“Pemerataan ini krusial. Jangan sampai dapur MBG hanya ada di pusat kota. Dengan sebaran merata, masyarakat desa juga merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Manfaat Berlapis
Program MBG disebut memberi manfaat ganda. Pertama, memastikan kebutuhan pangan bergizi bagi warga miskin maupun kelompok rentan. Kedua, menekan angka stunting yang selama ini masih menjadi masalah di Madura, termasuk Sampang.
Data Dinas Kesehatan Jawa Timur 2024 mencatat, prevalensi stunting di Kabupaten Sampang berada di atas rata-rata provinsi.
“Dengan hadirnya dapur MBG, ibu hamil, balita, dan anak sekolah punya akses lebih baik terhadap makanan bergizi. Ini investasi kesehatan generasi kita,” kata Ra Mahfudz.
Selain gizi, dapur MBG juga menggerakkan ekonomi lokal. Bahan makanan yang dipakai sebagian besar dibeli dari petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil di sekitar dapur.
“Manfaatnya ganda: gizi masyarakat terjamin, ekonomi rakyat kecil ikut bergerak,” ujarnya.
Dukungan Presiden
Lebih lanjut, ia menegaskan Pemkab Sampang akan terus mendorong percepatan realisasi program MBG sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Program MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan. Ada visi besar di dalamnya: memastikan rakyat Indonesia tidak kekurangan gizi dan mampu berdaya saing di masa depan,” tandasnya.
Ia juga membuka ruang kolaborasi bagi semua elemen, mulai dari organisasi masyarakat, pondok pesantren, hingga dunia usaha. Menurutnya, kerja sama lintas sektor akan mempercepat capaian target program.
Antusiasme Warga
Sejumlah warga mengaku merasakan langsung manfaat program ini. Siti, ibu rumah tangga di Kecamatan Sokobanah, mengatakan anak balitanya kini rutin mendapatkan makanan bergizi.
“Sekarang anak saya lebih doyan makan sayur, karena setiap hari dapat menu lengkap dari dapur MBG. Tidak seperti dulu, kadang hanya makan nasi dan garam,” ucapnya.
Pengelola dapur MBG di kecamatan yang sama menambahkan, program ini juga membuka lapangan kerja baru. Beberapa ibu rumah tangga direkrut menjadi tenaga masak dan distribusi, sehingga menambah penghasilan keluarga.
Percepatan dan Harapan
Lora Wabup kembali menegaskan komitmennya agar setiap kecamatan di Sampang memiliki dapur MBG aktif.
“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga Sampang yang tertinggal dalam mendapatkan makanan bergizi. Ini adalah hak dasar rakyat yang harus dijamin negara,” katanya.
Ia berharap program MBG ke depan bukan hanya berjalan secara formal, melainkan tumbuh menjadi budaya gotong royong di masyarakat.
“Kalau kesadaran kolektif tumbuh, saya yakin tujuan besar Presiden untuk membangun bangsa sehat dan kuat bisa tercapai lebih cepat,” pungkasnya.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











