Perusakan Rumpon Nelayan Madura, Petronas Klaim Sudah Berikan Ganti Rugi Diserahkan ke PT Elnusa

Avatar

- Pewarta

Selasa, 15 Juli 2025 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Perwakilan Nelayan Pantura Didampingi LKP Trankonmasi dan Ormas Pro Jokowi Sampang saat Gelar Audiensi Bersama Pihak Petronas (Sumber Foto: Dok, Pilar Pos)

Caption: Perwakilan Nelayan Pantura Didampingi LKP Trankonmasi dan Ormas Pro Jokowi Sampang saat Gelar Audiensi Bersama Pihak Petronas (Sumber Foto: Dok, Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Puluhan nelayan dari wilayah pesisir pantai utara (Pantura) pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, menggelar audiensi tegas dan penuh ketegangan. Pertemuan yang berlangsung lebih dari empat jam ini digelar di Gedung VVIP Bebek Sinjay, Bangkalan, pada Senin (14/07/2025).

Bukan tanpa sebab, kedatangan puluhan nelayan dari Kecamatan Sokobanah, Banyuates, Ketapang, hingga Pantura Pamekasan didampingi
LPK Trankonmasi Jawa Timur dan Ormas Pro Jokowi Sampang itu, untuk mendesak pertanggungjawaban Petronas Carigali atas perusakan rumpon yang diduga kuat akibat aktivitas seismik migas.

Mereka bersatu bahu-membahu menuntut Petronas agar segera membayar ganti rugi rumpon yang telah hancur sejak proyek seismik dimulai.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada kejelasan atau kompensasi yang diberikan, sementara kerugian nelayan terus bertambah.

BACA JUGA :  Dugaan Penggelapan Ganti Rugi Rumpon, Nelayan Pantura Madura Datangi Polda Jatim Tuntut Kepastian Hukum

Dalam audiensi itu, Faris Reza Malik, aktivis pembela nelayan Banyuates, dengan lantang mengecam sikap Petronas yang dinilai nya licik dan manipulatif.

Menurutnya, audiensi tersebut menjadi panggung kemarahan rakyat terhadap korporasi asing yang dinilai abai terhadap dampak sosial.

“Cukup sudah pembohongan publik ini! Rumpon milik nelayan dihancurkan, tapi ganti rugi tak kunjung diberikan. Nelayan bukan objek eksploitasi, mereka manusia yang hak hidupnya harus dihormati,” tegas Faris, dengan dana keras saat audiensi. Senin, (14/07/2025).

Di tengah jalannya dialog, ancaman dana tinggi juga datang dari aktivis gondrong Hanafi dari LPK Trankonmasi Jawa Timur turut melontarkan kritik keras terhadap SKK Migas. Menurutnya, lembaga negara ini justru lebih sibuk menjaga kepentingan korporasi asing daripada membela warganya sendiri.
Hanafi juga memberi batas waktu, bahwa jika sampai akhir Juli belum ada ganti rugi, pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran.

BACA JUGA :  Laut Madura Memanas: Nelayan Desak Petronas Tuntaskan Ganti Rugi Rumpon

“Ini bukan gertakan, ini ultimatum. Rakyat sudah marah!,” cetusnya dengan nada tajam.

Namun, alih-alih meredakan situasi, jawaban dari SKK Migas justru memperkeruh suasana yang dilontarkan oleh HUMAS SKK Migas. Yustian Hakiki, Humas SKK Migas Jabanusa, hanya memberikan pernyataan normatif tanpa kepastian.

“Petronas akan menjelaskan transparansi ganti rugi pada minggu keempat Juli 2025. Insyaallah segera diselesaikan,” ujarnya singkat, yang langsung memicu cemoohan dari sejumlah peserta audensi.

Namun, lebih mengejutkan lagi, perwakilan Petronas, M. Faathir, didalam audiensi berlangsung, justru berusaha melempar tanggung jawab ke PT Elnusa, mitra kerja dalam proyek seismik.

BACA JUGA :  Urus Surat Akta Tanah Kena 10 Persen, Pemdes Tamberu Barat Sampang Dibidik Dugaan Pungli

M. Faathir pihak Petronas mengklaim dan menyatakan bahwa telah memberikan ganti rugi rusaknya rumpon nelayan dan diserahkan ke Elnusa.

“Dana ganti rugi sudah kami serahkan ke Elnusa. Kami sendiri tidak tahu ke mana perginya uang itu,” ungkapnya.

Pernyataan ini sontak menyulut spekulasi publik soal potensi dugaan penyimpangan dana dan upaya cuci tangan dari Petronas.

Sebagai bentuk tekanan resmi, audensi diakhiri dengan penandatanganan notulen bermaterai Rp 10.000.

Dokumen itu menyatakan komitmen bahwa Petronas wajib membuka secara transparan proses dan realisasi ganti rugi rumpon di akhir Juli 2025, bertempat di Pemkab Sampang dan disaksikan langsung oleh SKK Migas, PT Elnusa, Forkopimda, serta para nelayan terdampak.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harumkan Nama Pesantren, Santri PP Gedangan Sampang Juara Umum Munada 4
Diduga Lahan Warga Diserobot, Proyek Jalan Madupat–Omben Rp3,9 Miliar di Sampang Tuai Protes
Mobil Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di SPBU 5469202 Pliyang Sampang, Tangki BBM Modifikasi Jadi Sorotan
Baru Sebulan Selesai Sudah Retak dan Mengelupas, Mutu Rabat Beton Dana Desa Gunung Eleh Sampang Disorot
Dijanjikan Kerja di Dubai, PMI Asal Sampang Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Polisi Mulai Telusuri Jalur Keberangkatan
Geger! Oknum Kapus dan Staf Perempuan Digerebek di Ruang Kerja Puskesmas Robatal Sampang
Perkuat Organisasi dan Pengabdian, Rakercab II PSHT Cabang Sampang Jadi Momentum Evaluasi
Diduga Tinggalkan Rumah Saat Kompor Masih Menyala, Rumah Warga Sampang Terbakar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Harumkan Nama Pesantren, Santri PP Gedangan Sampang Juara Umum Munada 4

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Diduga Lahan Warga Diserobot, Proyek Jalan Madupat–Omben Rp3,9 Miliar di Sampang Tuai Protes

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Mobil Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di SPBU 5469202 Pliyang Sampang, Tangki BBM Modifikasi Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Baru Sebulan Selesai Sudah Retak dan Mengelupas, Mutu Rabat Beton Dana Desa Gunung Eleh Sampang Disorot

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Dijanjikan Kerja di Dubai, PMI Asal Sampang Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Polisi Mulai Telusuri Jalur Keberangkatan

Berita Terbaru