Pamekasan, Pilar Pos | Hampir setiap Kecamatan di Pantura ( Pasean Waru Batumarmar) Kabupaten Pamekasan pihak pemerintah Desa Mengeluhkan kebijakan yang tidak transparan dari Bulog, mengirim Bantuan Beras Pangan untuk masyarakat tidak ada jasa kuli bongkar muat, sehingga dikeluhkan oleh beberapa Kepala Desa dan perangkatnya. Dengan demikian Desa harus menganggarkan jasa kuli untuk bongkar meski tidak diatur di APBDes. Selasa, 08/09/2026.
Zainal Tokoh Pantura Asal Waru Pamekasan sangat kecewa pada terhadap pihak Bulog karena ada beberapa Desa di kecamatan Waru truck pengangkut beras bantuan pangan yang dikirim oleh Bulog sampai sekarang masih mangkrak tidak dibongkar akibat pihak Bulog tidak menyediakan jasa kuli.
“Di Pantura Pamekasan ini mulai dari Kecamatan Waru – Batumarmar dan Pasean rata-rata nasibnya sama, tidak ada kuli bongkar Bantuan Beras Pangan, alokasi Juli Agustus dan September sementara aturan dari pusat beras tersebut harus sudah didistribusikan ke masyarakat dengan jangka waktu yang singkat,” Keluh Zainal.
Contoh di Desa Ragang Kecamatan Waru ada tiga Truck mulai dari tadi pagi subuh sampai sekarang jam 12.30 tidak diturunkan akibat tidak ada kuli.
“Ini tanggungjawab pihak Bulog, di Desa Waru Barat dan Desa Sana Laok terpaksa Pihak Kepala Desa sendiri menurunkan beras tersebut tanpa bantuan dari siapapun, kami sangat kecewa pada Pihak Bulog yang membiarkan beras tanpa jasa kuli, padahal sudah dianggarkan,” Imbuh Zainal.
Padahal kata Zainal awalnya pengiriman sejak dari Raskin Rasta BPNT BANPANG selalu ada kuli, kenapa sekarang periode Juli Agustus September tidak ada.
“Begini mas, dari kemarin itu beras dikirim dari Jawa karena Bulog Pamekasan tidak ada stok, nah pengiriman dari minggu kemarin itu dari Kecamatan Waru Batumarmar dan Pasean itu cuma dikirim berasnya tidak ada kuli, sehingga pihak desa harus mencari kuli, bahkan ada salah satu kepala Desa menurunkan beras sendiri serta dibantu oleh perangkat Desa karena pihak desa mencari kuli sangat sulit saat ini sedang panen tembakau, Lantas siapa yang mau bayar, karena tidak ada angarannya dalam ini seharusnya yang bertanggungjawab adalah JPL Jasa Prima Logistik bagian droping beras. Ini Seakan-akan tidak ada tanggungjawab sehingga pihak desa kewalahan,” Imbuhnya.
“Sehingga di beberapa desa ada tujuh truck terkatung-katung nungu kuli, setelah saya konfirmasi ke pihak Bulog yang penanggjawabnya mas Fairus jawabannya berbelit belit tidak jelas,” Tutup Zainal.
Sampai berita ini diturunkan awak media ini saat menghubungi guna konfirmasi pemberitaan melalui telpon kepada Kordinator Lapangan Bulog, dalam hal ini Fairus tidak ada respon, ditelpon tidak diangkat.











