Sosok Perempuan Millenial PKB Siap Perjuangkan Hak – Hak Perempuan

Bagikan Via:

SURABAYA, Pilarpos.com – Sesosok perempuan berparas cantik asal Tandes Lor 1 RT.01/ RW.08, kelurahan Tandes, kecamatan Tandes kota Surabaya

Musrifah S.Sos, SH, profesi beliau pengacara dan suami Teddy Gunawan, profesi beliau wartawan serta nama orang tua H.Mustofa Gojali dan Kasiyah serta nama mertua Santoso Gunawan dan Mariyam.

Musrifah S.Sos, SH akrab disapa Ifa mengenal ranah politik bukan hal baru. Boleh jadi darah seorang politikus mengalir dalam tubuhnya,” ujarnya.

Ifa telah menempuh pendidikan formal di TK Kartika th.1980, SD Negeri Tandes Lor ll nomer 111 kecamatan Tandes tahun 1987, SMP swasta Dharma Bhakti tahun 1990, SMA Swasta Cakra Widya Surabaya th.1993 , universitas Wijaya putra sarjana S1 Sarjana Ilmu Sosial (S.Sos) th.1998, universitas Wijaya Putra Ilmu Hukum Sarjana Hukum (SH) th 2005.

Ifa mengaku siap maju dalam kontestasi Pemilihan Anggota Legislatif 2024 DPRD Dapil 5 kelurahan Tandes, Kecamatan Tandes melalui partai yang membesarkannya yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Caleg Dapil 5.

Lanjut ifa menambahkan, Visi dan Misinya adalah mewujudkan tantanan Politik Nasional yang demokrasi ,terbuka bersih dan berakhlak, Misi: Utama yang dijalankan tantanan masyarakat beradab yg sejahtera seperti sandang pangan, keamanan dan kebebasan berpendapat

“Saya siap maju dalam pemilihan Legislatif 2024 untuk DPRD Dapil 5 melalui Partai Kebangkitan Bangsa. Karena itu, saya memohon doa restu dari masyarakat agar saya bisa terpilih nanti,” ucapnya dalam keterangan persnya kepada media, Minggu (23/7/2023).

Baca Juga:  Polisi Berhasil Menangkap Tersangka Pembunuh Pencari Kepiting di Surabaya Motif Rebutan Lahan

Ada alasan yang dia ungkapkan mengapa dirinya tertarik untuk menjadi anggota DPRD. Menurutnya, sebagai perempuan dan juga mewakili perempuan generasi milenial tertarik maju, karena ingin ikut menyuarakan hak-hak perempuan khususnya di kota surabaya. Hingga saat ini masih saja melekat pola pikir patriarki yang cenderung meletakkan perempuan di bawah kekuasaan laki-laki.

“Perempuan diibaratkan sekaligus ditempatkan sebagai pihak yang tak mempunyai otonomi dan kemandirian di berbagai bidang termasuk politik. Perempuan Indonesia dapat menjadi kekuatan politik dan bisa membuat perubahan besar,” kata Ifa

“Jika nanti diri saya terpilih menjadi anggota Legislatif di DPRD, saya akan ikut membela hak-hak perempuan yang seringkali mengalami perundungan atau perilaku yang tidak menyenangkan secara fisik, verbal atau sosial dalam dunia nyata atau dunia maya,” tegasnya.

Persoalan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) salah satu perundungan juga akan menjadi perhatian untuk Ifa.

“Perempuan jangan ragu atau takut untuk melaporkan ke pihak berwajib apabila terjadi KDRT, walau KDRT merupakan urusan rahasia yang sangat pribadi. Tetapi jika kita mengetahui dan kita diminta untuk membantu tentunya kita harus membantu ikut melaporkan. Begitu juga dengan perempuan yang mengalami pelecehan seksual jangan enggan atau malu untuk melaporkan. Saya siap membantu,” tegasnya.

Ifa juga menegaskan dia dan Partai PKB peduli dengan persoalan stunting di wilayah kota surabaya. Masih tingginya angka stunting tersebut di surabaya tentu saja harus segera ditangani secara bersama- sama. Apabila stunting tidak segera ditangani, maka sumber daya manusia yang sehat dan cerdas di masa depan untuk Kota Surabaya akan berkurang,” Terangnya.

Baca Juga:  Polres Blitar Kota Cek SPBU Hindari Kecurangan Jelang Mudik Lebaran

Kesehatan bagi masyarakat surabaya menjadi pusat perhatian dari Ifa. Dia akan ikut mendorong terjadinya peningkatan Standar Pelayanan Kesehatan di surabaya. Standar pelayanan kesehatan yang diselenggarakan pemerintah ataupun swasta supaya ada rasa keadilan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Persoalan lapangan pekerjaan untuk perempuan juga tak luput dari perhatian Ifa. Memang persoalan lapangan kerja tidak bisa dilepaskan dari potensi sumber daya manusia. Karena itu Ifa berusaha akan merangkul anak-anak SMA atau SMK agar lebih meningkatkan diri dan keterampilan.

Disamping itu pula dia akan meminta pihak terkait yang konsen pada dunia pendidikan agar lebih memperhatikan kualitas dari siswa dalam menerima pelajaran. Selain itu juga tenaga pengajar agar terus ditingkatkan kemampuan dalam memberi materi pelajaran, yang bukan hanya sebatas teori tapi juga praktek.

“Saya akan bekerjasama dengan pihak terkait bagaimana caranya kita untuk meningkatkan sumber daya manusia lebih baik lagi dan lebih dimaksimalkan. Kita bisa mengajak anak-anak yang misalkan lulusan SMK SMA itu lebih berpotensi lagi jadi tidak menimbulkan penumpukan pengangguran kedepannya. Misalkan kita akomodasikan mereka dengan usaha mandiri atau wiraswasta,” pungkasnya. (Ifa)

X