Diduga Tidak Gunakan Sirtu, Proyek Pemadatan Jalan Irigasi Dinilai Dikerja Asal Asalan

Bagikan Via:

Takalar, Pilarpos.com – Terkait pengerjaan Proyek pemadatan jalan Irigasi yang ada di Lingkungan Makammu 1 dan Ujungbori Kel. Bulukunyi, Kec. Polombangkeng Selatan, Kab. Takalar, Sul-Sel, kini terkesan dituai sorotan Warga setempat, karena dinilai dikerja asal asalan.

Hal itu dapat tergambarkan pula berdasarkan hasil pemantauan rekan Média ini di lokasi proyek, Sabtu /22/7/2023 material yang di gunakan diduga tidak sesuai bestek, sebab material yang digunakan sebagai pemadatan terlihat pasir lokal bukan sirtu yang diambil dari tambang resmi yang sesuai dengan petunjuk teknis.

Nampak disepanjang jalan Irigasi yang ditimbuni malah justru tambah rusak dan susah dilewati angkutan traktor tangan dan roda dua yang biasa dipakai oleh para petani yang mengakut hasil panennya.

Ironisnya sepanjang jalan yang ditembuni pasir tersebut terlihat hancur diakibatkan dilalui mobil truk pengankut material keluar masuk di proyek tersebut .

Baca Juga:  Sambut Hari Bhayangkara Polres Jombang Gelar Bakti Sosial di Kompleks Makam Gus Dur

Masyarakat petani yang ditemui dilokasi proyek membenarkan kalau material yang digunakan tidak sesuai dengan RAB karena material yang digunakan hanya pasir bukan sirtu yang dijadikan pemadatan sehingga jalan tambah hacur susah dilalui kendaraan apa saja diakibatkan bekas roda mobil truk tenggelam kedalaman sampai kuran lebih setengah meter.

Selain itu material pasir yang digunakan pada proyek yang di maksud, diambil dari kali kecil yang tidak jauh dari lokasi proyek dengan harga per satu mobil truk 400.000 yang dijualkan oléh pengelola tambang ilegal ke pelaksana proyek.

Proyek ini juga terkesan proyek siluman, karena tidak terpasang papan informasi anggaran sehingga masyarakat tidak mengetahui berapa besaran anggaran yang digunakan dan asal anggaran dari mana.

Baca Juga:  Pengurus PJI Sulsel Lakukan Audiensi di Kantor Bapenda Maros

Salah satu warga yang ditemui 22/7/2023 di sekitar lokasi proyek, Hafid Dg Tangnga menyampaikan kalau dirinya hanya pekerja. Pemilik proyek tersebut, adalah atas nama Nasir Dg Lurang yang berdomisili di Lingkungan ujungbori jelas Dg Tanga.

Selanjutnya Nasir Dg Lurang yang di tunjuk Dg Tanga selaku pemilik proyek ingin ditemui 22/7/2023 oleh Tim Media ini untuk dikonfirmasi, tidak berhasil karena dia sedang tidak ada di rumah kediamannya.

Sekaitan dengan itu, warga minta, agar APH menindak lanjuti proyek tersebut yang dinilai bekerja asal asalan alias tidak sesuai dengan RAB, sehingga akan merugikan Keuangan negara. (Tim media/Idris)

X