Diduga Ada Permainan Sehingga Pembangunan Irigasi Terhenti

Bagikan Via:
Korlipnas Pilarpos Muh. Idris ketika melakukan inspeksi mendadak

Takalar, Pilarpos.com – Kegiatan pekerjaan irigasi di Dusun Kampung Beru, Desa Campagaya, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Dengan menggunakan Dana Desa yang bersumber dari APBN anggaran tahun 2023 dengan besaran nilai Rp 112.521.000, panjang pekerjaan 260 meter terpaksa harus di berhentikan karena kehabisan dana, untuk melanjutkan pekerjaannya menunggu tahap pencairan berikutnya.

Kepala Dusun Campagaya Muh. Seleh Daeng Tuppu sekaligus Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan juga sebagai pekerja mengatakan, pekerjaan ini diberhentikan karena kita tidak mempunyai dana lagi, dana yang diterima pada tahap pertama hanya 28 juta rupiah saja dan sudah habis, untung ada Pak Polisi yang membantu mensuplai materialnya berupa pasir dan batu gunung sehingga bisa nampak pekerjaan seperti saat ini,” ujarnya. Selasa (30/05/2023).

Berdasarkan hasil konpirmasi terkait masalah kwantitas dan kwalitas pekerjaan saluran irigasi tersebut. Muh. Saleh Daeng Tuppu menjelaskan bahwa, pekerjaan ini tidak diragukan lagi karena saya mengacu sesuai dengan RAB dan juknis yang telah ditetapkan yaitu tinggi pondasi 50 cm, dasar lantai 30 cm, ketebalan lantai 10 cm, dan mulut saluran bagian atas 40 cm, apabila ketinggian pondasi 50 cm di kurangi dengan ketebalan lantai 10 cm, maka ketinggian pondasi setelah jadi tinggal 40 cm.
TPK yang seperti inilah yang sangat di butuhkan karena ada transparansi,” bebernya.

Baca Juga:  Polisi Berhasil Amankan Terduga Pelaku Pencurian Kotak Amal di Masjid Tulungagung

Namun apabila dilihat dari uraian tersebut diatas di duga keras pekerjaan saluran irigasi ini ada main kong kali kong oleh orang-orang tertentu, apakah dilakukan secara berjamaah atau perseorangan sehingga terindikasi ada menyimpangan dari juknis yang telah di tetapkan berdasarkan RAB.

Kemudian di tempat lain dan waktu yang berbeda wartawan media ini menghubungi sekertaris Desa Campagaya Muh. Jafar di ruang kerjanya mengatakan, pemberhentian kegiatan pekerjaan irigasi itu di karenakan anggaran untuk tahap pertama sudah habis, karena yang cair pada tahap pertama hanya 28 juta rupiah saja, sebagian kita pakai diproyek tersebut dan sebagian lagi di pakai untuk membayar kompensasi staf Desa,” imbuhnya. (01/06/2023).

Baca Juga:  Polisi : Isu Begal di Sawojajar Kota Malang Hoax

Sangat jelas disini tentang tujuan penggunaan Dana Desa.
Dalam UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.Tujuan di salurkannya Dana Desa adalah sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi dan memberdayakan Desa agar menjadi kuat, maju, mandiri dan demokratis.
Dengan adanya Dana Desa, Desa dapat menciptakan pembangunan dan pemberdayaan menuju masyarakat adil dan makmur serta sejahtera.

Dana Desa diprioritaskan untuk pembangunan potensi ekonomi lokal guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengembangan Wira usaha, peningkatan pendapatan, serta perluasan skala ekonomi masyarakat Desa.

Oleh karena itu dengan adanya dugaan penyimpangan dan penyalah gunakan anggaran dalam pelaksanaan pembangunan irigasi tersebut maka di minta kepada Inspektorat, pihak Kepolisian dan Instansi yang terkait untuk dapat turun kelapangan melihat secara lansung sehingga dapat memastikan kwalitas pekerjaan tersebut yang dimaksud. (Dir)

X