Salah Satu Staf Kelurahan Panrannuangku Di Duga Melakukan Penipuan

Bagikan Via:
Dra. N yang diduga telah melakukan penipuan

Takalar, Pilarpos.com – Dra. N adalah seorang staf Kelurahan Panrannuangku, Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar di duga telah melakukan penipuan terhadap beberapa orang di daerah tersebut.

Kronologinya Dra. N menyambangi korbannya dan memintai sejumlah uang secara bervariasi dengan alasan biaya administrasi untuk pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai bidangnya masing-masing.

Pasalnya setelah uang di terima oleh Dra. N sampai saat ini para calon PNS tersebut pengangkatannya pun tak kunjung terealisasi dan kejadian ini berawal dari tahun 2018.

Nurhikmah salah seorang korban warga dari kampung Gangga, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Mengatakan, dirinya merasa gerah dan kecewa serta merasa tertipu atas janji-janji manis Dra. N terhadap dirinya, karena kenyataannya semua hanyalah mimpi belaka saja katanya, ketika disambangi awak media ini di kediamannya (07/03 2023).

Baca Juga:  Rombongan Bupati dan Wakil Bupati Loteng di Sambut Hangat Keluarga Besar Ponpes Darul Muhajirin Praya

Salah seorang staf ahli di Kantor Bupati Takalar yang identitasnya tidak mau disebut, membenarkan adanya oknum tersebut dan yang lebih tidak elok lagi karena diduga suaminya ikut serta dalam giat si istri, bahkan saya sendiri pernah dilibatkan dalam persoalan ini tanpa sepengetahuan dengan saya, dan sayapun sudah melaporkan ke pihak yang berwajib serta dua orang rekannya yang ikut terlibat dalam kasus ini sudah menjalani hukuman,” tuturnya.

Yang menjadi pertanyaan buat saya mengapa Dra. N bersama suaminya sama sekali tidak tersentuh hukum dan masih bebas berlenggang kesana kemari, pada hal dialah pelaku utama yang mengambil uang pada para korbannya. Kata staf ahli di kantor bupati Takalar ini saat di sambangi tim Media Pilar Pos.Com.

Baca Juga:  Polisi Bersama Tim SAR Gabungan Kota Batu Berhasil Temukan Korban Hanyut di Sungai Konto

Sementara itu Dra. N bersama suaminya sudah sulit untuk di temui karena selalu berpindah-pindah tempat tinggal. Masuk Kantornya pun jarang, paling dia datang cekclock selesai pergi lagi, itulah yang ia lakukan selama ini,” tutup staf ahli

Oleh karena itu diminta kepada pemerintah Kabupaten Takalar dan instansi terkait, agar dapat memberikan sanksi kepada oknum pegawai tersebut yang lalai dalam menjalankan tugas pokoknya sebagai aparatur sipil negara.

(Bersambung)

Reporter: Muh. Idris Jamaluddin

X